Angkasa Pura 2

Buat SIM A Kolektif Disubsidi, Menhub Tegaskan Biaya Hanya Rp100 Ribu

Aksi Polisi KoridorMinggu, 25 Februari 2018
IMG-20180225-WA0008

IMG-20180225-WA0010

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan biaya pembuatan SIM A Umum kolektif untuk sopir (driver) taksi online maupun konvensional  ini hanya Rp100 ribu. Tidak benar jika disebutkan biaya pembuatan SIM kolektif ini mahal.

Murahnya pembuatan SIM A Umum ini karena disubsidi oleh pemerintah. Serta, ditambah dengan program CSR dari Gaikindo (Gabungan  Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).

“Kita berusaha yang tadinya katanya (biaya) Rp 1 juta lebih. Kini, mereka hanya bayar  PNBP Rp170 ribu. Itupun setelah disubsidi hanya membayar Rp 100 ribu. Kekurangannya dibayar dengan dana CSR,”  jelas Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Kemenhub bersama Polri mengadakan ujian SIM A Umum bersubsidi di Senayan Jakarta. Dengan program ini harapannya sopir taksi menjalankan usahanya dengan legal. Pasalnya, hal itu juga mencakup aspek keamanan.

IMG-20180225-WA0009

“Kita ingin sekali driver online dan konvensional mendapat SIM Umum dengan harga terjangkau. Setelah kita kerja sama banyak pihak,” tukas Menhub Budi Karya.

“Harapan ke depanya, para driver taksi ini legal. Memiliki license yang memang bagian keharusan dari safety. Kemenhub bersama Polri akan melakukan di seluruh Indonesia,” terang Menhub.

“Langkah ini untuk menjaga konektivitas terjaga dengan baik. Sehingga, sopir dan masyarakat merasa tenang;” tegas Menhub.(helmi)