Angkasa Pura 2

SIM A Kolektif Kehabisan Kuota, Dirjen Hubdat: Buka Lagi 3-4 Minggu Mendatang

Aksi Polisi KoridorMinggu, 25 Februari 2018
IMG-20180225-WA0014

IMG-20180225-WA0013

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Drs. Budi Setiyadi mengatakan, untuk pengemudi taksi online yang hari ini, Minggu (25/2/2018) sudah kehabisan kuota.

Selanjutnya,  pihaknya akan membuka pendaftaran 3-4 minggu mendatang.   “Hari ini memang dibuka untuk 600 pemohon saja. Memang sengaja dibatasi karena terkait keterbatasan teknis,” kata Dirjen Budi Setiyadi di Jakarta.

Dia mengatakan sebanyak 600 pengemudi yang mendaftar SIM A Umum hari ini adalah mereka yang tergabung dalam komunitas atau koperasi. Sementara yang perorangan atau tidak menjadi anggota komunitas, untuk sementara belum bisa.

Untuk memperoleh SIM A Umum, jelas  Dirjen Budi  pemohon tetap harus melengkapi berkas dan surat, serta mengikuti ujian teori, simulasi, serta kesehatan.

“Kalau lulus ujian maka dikeluarkan SIM A Umum, kalau tidak lulus ditunda penerbitan SIM A Umum,” papar mantan Pati Polri itu lagi.

Mahasiswa Sampai Pensiunan

Sebelumnya, Menhub Budi Karua Sumadi mengakui  antusias pengemudi untuk mendapatkan SIM A Umum ternyata sangat tinggi. Mereka datang mulai dari mahasiswa, karyawan hingga pensiunan.

Ia menerangkan biaya pembuatan SIM tersebut sebesar Rp100 ribu dari yang seharusnya Rp250 ribu, mengingat untuk pembuatan SIM pemerintah memberikan subsidi.

“Jadi kalau ada yang mengatakan membuat SIM sebesar Rp500 ribu maka info itu tidak benar dan harus diluruskan,” tambahnya.

Untuk tahap selanjutnya, ujarnya program tersebut minggu depan akan dilanjutkan ke sejumlah kota antara lain Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru dan Medan.

Menhub mengimbau seluruh pengemudi taksi online yang belum memiliki SIM A Umum untuk segera mendaftar ke Polri, karena merupakan kewajiban.(helmi)