Angkasa Pura 2

Ujian SIM A Kolektif Untuk Pengemudi Taksi akan Digelar di Berbagai Kota di Indonesia

Aksi Polisi KoridorMinggu, 25 Februari 2018
IMG-20180225-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Program ujian SIM A kolektif pada pengemudi taksi online  dan reguler akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di berbagai kota besar di Indonesia.

Minggu depan akan dilanjutkan (ujian SIM A kolektif) ke sejumlah kota antara lain Bandung,  Yogyakarta, Semarang,  Surabaya Palembang, Pekanbaru dan Medan.

“Yang paling dekat  Selasa tanggal 27  Desember 2018 akan digelar ujian SIM A kolektif di Kota Surabaya, Jawa Timur,” kata Menhub Budi Karya Sumadi  di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Menhub Budi Karya pun mengimbau seluruh pengemudi taksi online dan juta taksi reguler  yang belum memiliki SIM A Umum untuk segera mendaftar ke Polri, karena merupakan kewajiban.

Syarat Diatur PM No.108/2017

Dia menyebutkab, pengemudi taksi online wajib mendaftarkan diri untuk memiliki SIM A umum sebagai satu persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Seperti diketahui, sebut Menhub, khusus ujian SIM A kolektif di Jakarta hari  ini hanya menyiapkan kuota sebanyak 600 pengemudi taksi di Jakarta telah mendaftarkan diri untuk memiliki SIM A umum tersebut.

“Harus ditegaskan bahwa pendaftaran ini tidak gratis dan wajib dalam rangka untuk keamanan pengemudi dan penumpang,” kata Menhub   didampingi Dirjen Hubat Budi Setiyadi pada Program Pembuatan SIM A Umum Kolektif Bersama Kemhub dan Polri.

Antuasias pengemudi,  sebut Menhub untuk mendapatkan SIM A Umum ternyata sangat tinggi mulai dari mahasiswa, karyawan hingga pensiunan.

Ia menerangkan biaya pembuatan SIM tersebut sebesar Rp100 ribu dari yang seharusnya Rp250 ribu, mengingat untuk pembuatan SIM pemerintah memberikan subsidi.

“Jadi kalau ada yang mengatakan membuat SIM sebesar Rp500 ribu maka info itu tidak benar dan harus diluruskan,” tandas Menhub.(helmi)