Angkasa Pura 2

Riza Soal Tuntutan Kompensasi Koperasi TKBM: Kita Berpegang pada Kontrak Kerja

Another News DermagaSenin, 26 Februari 2018
7405589_20180110032235-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- PT Jakarta International Container Terminal (JICT) pada prinsipnya tetap berpegang pada kontrak kerja terkait dengan tuntutan kompensasi Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp 2 miliar.

Hal itu ditegaskan Wakil Dirut PT JICT Riza Erivan dalam percakapan dengan BeritaTrans.com, Senin (26/2/2018)

“Kalau dalam kontrak kerja disebutkan produktivitas Bok/Crane/Hour
(BCH) harus 26. Sementara kenyataan di lapangan kurang , sudah pasti kita bayar kekurangannya,” tuturnya.

Tapi dalam kontrak kerja hanya disebutkan JICT membayar upah bongkar muat / box. Tidak ada klausul menyebut B/C/H harus 26, kata Riza.

Namun, katanya, JICT masih mau lihat mediasi yang disebut sebut akan dilakukan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Arif Toha.

“Kita juga hati hati dalam mengeluarkan uang perusahaan. Kalau mengeluarkan uang sampai miliaran rupiah tanpa dasar kita bisa dituduh macam macam,” tuturnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya Riza mengatakan kalau tuntutan kompensasi dari TKBM yang dialokasika di JICT kita bisa pahami. Karena mereka kehilangan kesempatan kerja sebagai dampak kegiatan bongkar muat yang dulu mereka lakukan di Dermaga JICT dikerjakan TKBM yang dialokasikan di TPK Koja, tutur Riza.

Tapi tuntutan kompensasi Koperasi TKBM tidak ada dasarnya. Karena dalam kontrak kerja kita bayar per box. Dalam kontrak tidak ada pasal yang menyebut BCH harus 26 boxs, tuturnya.
(wilam)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari