Angkasa Pura 2

Menengok Transportasi di Kabupaten Morowali

Bandara Dermaga KoridorSelasa, 27 Februari 2018
IMG_20180227_134946

MOROWALI (BeritaTrans.com) – Transportasi merupakan hal sangat penting untuk memindahkan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Semakin berkembang moda transportasi maka semakin mempermudah pencapaian perpindahan orang dan barang.

Ya, salah satunya di Morowali, Sulawesi Tengah yang makin terdepan dalam meningkatkan transportasi di wilayahnya yang berada pada garis pantai yang panjang.

Bila menengok ke belakang, menurut Kepala Dinas Perhubungan Morowali M. Rizal Badudin, dahulu transportasi andalan di sana adalah angkutan laut.

“Itu pun belum modern, dulu kalau warga dari sini ke Surabaya bisa mencapai tiga bulan PP,” ungkap Rizal di Morowali, Selasa (27/2/2018).

Mereka kata dia rata-rata membawa hasil bumi seperti Kopra, Cengkeh, dan Kerang untuk ke Surabaya dan Makassar.

Sementara untuk jalur darat, kalau pada era tahun 1990-an waktu tempuh Morowali-Palu bisa mencapai enam hari untuk 520 km dengan kendaraan offroad 4×4 dan Morowali-Poso 300 km ditempuh dengan empat hari.

“Mulai tahun 1997 angkutan umum di Morowali baru mulai ada dan berkembang,” tuturnya.

Selanjutnya pada tahun 2007 dibuka wacana untuk membuat bandara. Dimulailah pembebasan lahan, didata tambak dan tanaman milik warga yang akan dibebaskan.

“Kita berasumsi keberadaan bandara akan memiliki landasan hingga 2.200 meter,” ujar dia.

Maka selanjutnya dibangunlah bandara yang saat ini memiliki panjang landasan 1.500 meter dan sedang diverifikasi Ditjen Perhungan Udara Kementerian Perhubungan. Sedangkan landasan bandara eksisting 1.050 meter.

Bersamaan dengan perkembangan jalan dan transportasi umum yang ada, sekarang untuk Kendari 6-8 jam dengan panjang jalan 340 km dan 11-13 jam ke Palu sepanjang 520 km serta ke Makassar 24 jam.

“Kami ada bus angkutan umum dan travel untuk menempuh dua kota tersebut,” imbuh Rizal.

Sedangkan untuk angkutan laut, kini dengan kapal 35 GT, dari Pelabuhan Bungku Morowali ke Kendari menghabiskan waktu 9-10 jam.

Pemkab Morowali optimistis dengan terus berkembang transportasi, ditambah lagi dengan transportasi udara, maka akan semakin mempermudah dan mempercepat aksesibilitas.

“Dengan pesawat Morowali-Palu 40 menit dan Morowali-Makassar selama satu jam 10 menit,” tambah Kasatker Bandara Morowali Iskandar.

Bandara Morowali disebutkannya, saat ini operasionalnya masih berada dibawah koordinasi Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu.

“Bila sudah diresmikan maka akan dapat menjadi UPBU Kelas IV,” ungkapnya. (omy)

loading...