Angkasa Pura 2

Pelaporan Sukarela Berdampak pada Peningkatan Keselamatan Penerbangan

Bandara KokpitRabu, 28 Februari 2018
IMG-20180228-WA0002

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Budaya pelaporan sukarela berdampak positif pada peningkatan level keselamatan penerbangan nasional.

Untuk itu. Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selama mengadakan acara seminar dan sosialisasi Voluntary Reporting System (VRS) atau dikenal sebagai sistem pelaporan sukarela terkait keselamatan dan keamanan penerbangan, di Surabaya.

Acara dibuka oleh Kabid Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Kantor OBU Wil. III Surabaya Nafhan Syahroni yang mewakili Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno.

Hadir sebagai peserta acara adalah jajaran personel kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya beserta para operator penerbangan di wilayah tersebut baik itu maskapai, groundhandling, pengelola bandara dan sebagainya.

Menurut Nafhan, VRS sangat erat kaitannya dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu semua penyelenggara penerbangan nasional baik regulator maupun operator harus mengimplementasikannya.

“Apalagi saat ini Indonesia sudah berhasil mendapatkan nilai yang tinggi dalam effective implementation (EI)  audit keselamatan ICAO USOAP pada Oktober tahun lalu,” jelas Nafhan, Rabu (28/2/2018).

Dengan implementasi State Safety Programme (SSP), level keselamatan penerbangan Indonesia tetap bisa dipertahankan. Dengan demikian kepercayaan dunia internasional terhadap penerbangan Indonesia juga akan meningkat.

Hal ini akan mempunyai pengaruh positif terhadap hal-hal lainnya seperti meningkatnya arus investasi ke Indonesia dan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Sosialisasi ini dimaksudkan untuk membentuk budaya pelaporan sukarela yang aktif dan efektif dari para personel penerbangan dalam rangka mencapai level keselamatan penerbangan yang dapat diterima (acceptable level of safety) seperti yang telah disyaratkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO),” ungkapnya.

Pelaporan tersebut nantinya akan dicatat dan ditindaklanjuti untuk mencegah hazard atau potensi pengganggu tersebut menjadi sesuatu yang benar-benar mengganggu keselamatan penerbangan. Sementara itu demi kerahasiaan dan keamanan, nama pelapor tidak akan dipublikasikan.

“Jadi saya harap kita semua dapat bekerjasama meningkatkan level keselamatan penerbangan sebagai bentuk pelayanan yang profesional di bidang penerbangan. Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga kepada dunia internasional karena sifat penerbangan yang internasional. Semoga sosialisasi ini juga bisa berkontribusi nyata bagi kemajuan penerbangan nasional,” pungkas Nafhan. (omy)

loading...