Angkasa Pura 2

Morowali Kota Religius dengan Destinasi Wisata Ciamik

Bandara DestinasiKamis, 1 Maret 2018
IMG-20180301-WA0013

IMG-20180301-WA0004

MOROWALI (BeritaTrans.com) – Morowali merupakan nama salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki sembilan kecamatan dengan sedikitnya 142 ribu penduduk.

Suasana ramah dapat ditemui di kota ini. Tingkat keramaian lalu lintas yang masih rendah, jalan-jalan mulus, serta pepohonan rindang menjadi wajah sejuk dan nyaman Morowali.

Kebiasaan shalat berjamaah juga tampak dengan menyegerakan saat adzan shalat mulai berkumandang. Suasana di kantor Bupati misalnya, baik pria maupun wanita langsung bergerak menuju mushalah.

“Bupati juga menerapkan ‘wajib’ shalat subuh berjamaah di masjid, terutama bagi jajarannya,” ujar Syarif salah seorang warga Morowali kepada BeritaTrans.com, Rabu (28/2/2018).

Kota dengan garis pantai panjang ini memiliki destinasi wisata yang ciamik. Mulai yang hanya berada di dalam kota hingga yang menyebrangi lautan menuju pulau.

IMG-20180301-WA0007

Sebut saja misalnya penangkaran burung Maleo yang berada di tengah kebun sawit. Meski sudah mulai langka, tapi endemik. Namun sayangnya belum dikelola dengan baik oleh Pemkab setempat.

Selanjutnya tak jauh dari kota dapat ditemui Air Terjun Veera yang masih ‘perawan’. Karakternya tak terlalu tinggi dengan kedalaman yang juga tidak terlalu dalam, hanya setinggi dada orang dewasa.

Masih perlu peningkatan dan pengelolaan agar air terjun ini dapat berkembang dan menjadi destinasi wisata yang menarik.

Di sisi kanan kiri kota Morowali juga terdapat buah Durian jatuhan yang bisa dinikmati oleh pecinta buah berduri dan manis ini.

Harga perbuahnya pun cenderung tak mahal, antara 20-25ribu bahkan ada yang dijual Rp50.000 untuk tiga buah dengan ukuran lebih kecil.

IMG_20180301_114548

Menurut Syarif, kebanyakan pohon Durian berada tak jauh dari rumah warga yang menjual atau berada di kebun belakang rumahnya.

“Rata-rata buah yang dijual, merupakan buah jatuhan, bukan petikan apalagi diperam,” katanya.

Pulau Sombori

Selain destinasi yang diuraikan di atas, Morowali juga memiliki tempat wisata yang sedang hits yakni Pulau Sombori.

Dari kota Morowali bila ingin menuju Pulau Sambori, dapat ditempuh dengn jalur darat terlebih dahulu dan dilanjut menggunakan kapal laut.

“Pulau Sombori dikenal sebagai Raja Ampat nya Sulawesi. Pemandangannya tak jauh beda dengan Raja Ampat di Papua,” ujar Syarif.

IMG_20180301_113706

Jarak tempuh dari Morowali dengan darat ada dua pilihan, yakni menuju Pelabuhan Tomboleo dengan waktu tempuh dua jam. Selanjutnya berganti dengan kapal kayu berkapasitas 10 orang dan berlayar selama kurang lebih dua jam.

Wisatawan juga dapat memilih menuju Pelabuhan Lameruru dengan waktu tempuh 4 jam dari Morowali dan berganti speed boat. Waktu tempuh di atas laut selama kurang lebih 50-1jam tergantung kondisi cuaca.

Sesampai di Pulau Sombori, wisatawan akan menikmati gugusan pulau nan cantik dengan warna air hijau cerah merona.

Untuk mencapai puncak Pulau Sombori demi melihat secara utuh gugusannya, maka dapat menaiki bebatuan karang setinggi 25 meter.

“Harus sangt hati-hati saat mendaki, karena kondisi karangnya cukup tajam,” ujar Reni salah seorang wisatawan.

IMG-20180301-WA0020

Namun katanya, saat sudah tiba di puncak, maka suasanya sangat menyenangkan dan rasanya tak ingin cepat-cepat meninggalkan Pulau Sombori.

“Pulau Sombori sip dan sangat menarik dan menjadi objek wisata yang tak terlupakan,” pungkas Reni. (omy)