Angkasa Pura 2

Pandu: Kecelakaan Umumnya Karena Kelalaian Manusia Selain Faktor Teknis

KoridorKamis, 1 Maret 2018
IMG-20180301-WA0012

PANGANDARAN (BeritaTrans.com) – Fungsi utama sektor perhubungan adalah menyelenggarakan jasa angkutan penumpang dan barang dari tempat asal ke tempat tujuan dengan tertib, selamat, aman, lancar dan nyaman.

“Jasa angkutan menyentuh langsung kepentingan dasar seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu apabila terjadi gangguan atau hambatan sekecil apapun terhadap kelancaran jasa angkutan, akan mempunyai dampak yang luas baik terhadap kehidupan masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan,” kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Darat Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Pandu Yunianto pada acara Bimbingan Teknis Operator Kapal Sungai dan Danau, di Pangandaran, Kamis (1/3/2018)

Hal itu terkait penyelenggaraan angkutan sungai dan danau. Salah satu bentuk gangguan atau hambatan terhadap kelancaran pelayanan jasa angkutan sungai, tersebut berupa kecelakaan lalu lintas.

Terjadinya kecelakaan pada umumnya diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia, di samping aspek teknis,faktor alam seperti adanya gangguan alur sungai dan lain-lain. “Dalam hubungan itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk berupaya mencegah dan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan angkutan sungai dan danau menjadi sekecil mungkin,” kata Pandu lagi.

Upaya Pencegahan Dengan Bimtek

Upaya pencegahan tersebut, papar Pandu, antara lain dengan memberikan berbagai Bimbingan Teknis dan pembinaan kepada para operator kapal maupun pengguna jasa.

“Acara hari ini adalah wujud pembinaan berupa kegiatan Bimbingan Teknis Operator Kapal Sungai dan Danau, guna terciptanya penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan sungai dan danau yang tertib, selamat, lancar, aman dan nyaman,” jelas Pandu dalam samhutan tertulisyang diterima BeritaTrans.com, Kamis.

Dia menambahkan, keselamatan transportasi merupakan suatu kebutuhan yang harus diwujudkan dalam penyelenggaraan transportasi. Dengan begitu, perlu senantiasa berupaya meningkatkan keselamatan transportasi secara terus-menerus.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Pandu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melakukan kegiatan pembinaan terhadap para operator angkutan sungai dan danau, yang salah satu kegiatannya diwujudkan dalam bentuk Bimbingan Teknis kepada para operator dan para pengguna jasa transportasi sungai dan danau.

Program Bimbingan Teknis Operator Kapal Sungai dan Danau, tambah Pandu, adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kelancaran operasional dan keselamatan lalu lintas dan angkutan sungai dan danau serta memberikan pengetahuan kepada para operator akan pentingnya perlengkapan keselamatan angkutan sungai dan danau.(helmi)