Angkasa Pura 2

Penumpang Ikut Biayai Pembangunan, Tarif PSC di Bandara Changi Naik Menjadi Rp500.000

Another News BandaraSelasa, 6 Maret 2018
Changi Airport_0

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tiket penerbangan dari dan ke Singapura akan semakin mahal mulai 1 Juli 2018, menyusul keputusan Bandara Changi menaikkan tarif ke penumpang dan maskapai.

Dikutip dari paparan Bandara Changi, mulai 1 Juli 2018, tarif ke penumpang (passenger charges) untuk keberangkatan dari Bandara Changi setiap penumpang dikenakan SG$ 47,30 (Rp 493.000 atau sekitar Rp500.00). Adapun hingga 30 Juni 2018, passenger charges sebesar SG$ 34.

Tarif ke penumpang (passenger service charges) itu merupakan salah satu komponen tiket penerbangan. Sehingga, kenaikan tarif penumpang tentu berdampak juga pada naiknya harga tiket.

Berbagai kenaikan tarif di Bandara Changi itu dikarenakan adanya proyek pembangunan yang diberi nama Changi East.

Dikutip dari keterangan resmi Changi Airport Group, pendanaan Changi East berasal dari tiga pihak yakni pemerintah Singapura, Changi Airport Group dan pengguna jasa bandara termasuk maskapai dan penumpang.

Mayoritas pendanaan berasal dari pemerintah Singapura, sementara itu Changi Airport Group hingga 28 Februari 2018 telah menginvestasikan sebesar SG$ 3,6 miliar (Rp 37,35 triliun).

VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II (Perser), Yado Yarismano, mengatakan pola ini berbeda dengan yang diterapkan oleh perseroan selaku operator sejumlah bandara termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia.

Yado menuturkan, kenaikan tarif ke penumpang atau di Indonesia dikenal dengan passenger service charges (PSC) biasanya dilakukan setelah perseroan tuntas membangun infrastruktur baru.

“(Kenaikan PSC) bukan untuk investasi, lebih (karena sudah ada) peningkatan fasilitas,” ujarnya, Senin (5/3/2018).

Adapun proyek Changi East di yang dibangun di Bandara Changi terdiri dari:

1. Mewujudkan Bandara Changi untuk beroperasi dengan tiga runway. Runway ketiga akan siap untuk penerbangan sipil pada 2020, dengan sistem tiga runway dapat mulai diterapkan pada 2020.

2. Membangun sistem dan jaringan terowongan untuk transfer penumpang, bagasi dan kendaraan di sisi udara di Changi East maupun antara Changi East dan terminal eksisting. Terowongan ini termasuk untuk sistem baggage handling dan automated people mover system.

3. Pembangunan Terminal 5, yang akan membuat Bandara Changi dapat melayani hingga 50 juga penumpang per tahun dan menambah 100 parking stand pesawat. Pembangunan terminal ini ditargetkan tuntas pada 2030. (dien/sumber: cnbcindonesia.com).