Angkasa Pura 2

Cuaca Ekstrem, Operator Penerbangan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Bandara KokpitKamis, 8 Maret 2018
IMG-20180307-WA0012

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mengacu pada rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prediksi adanya cuaca ekstrim, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso kembali meminta jajaran regulator dan operator penerbangan baik di pusat maupun di daerah untuk mewaspadainya.

Disebutkan BMKG bahwa ada potensi hujan deras di sebagian besar wilayah Indonesia pada 7 hingga 10 Maret 2018.

“Saya ingatkan agar maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan AirNav Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan otoritas bandara setempat dan mematuhi peraturan ” jelas Agus di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Hujan lebat dan cuaca ekstrim kata dia, bisa memengaruhi operasional penerbangan baik itu saat pesawat hendak mendarat maupun terbang, serta operasional bandara. Hal itu bisa berdampak pula pada pelayanan  penumpang, seperti misalnya penundaan penerbangan.

“Jadi semua pihak harus waspada sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan tetap terjaga,” ujarnya.

Kondisi bandara terutama di landasan pacu, harus benar-benar diperhatikan, apakah ada genangan air atau tidak. Pengelola bandara harus selalu menginformasikan kondisi terbaru terkait cuacanya kepada operator lain dan otoritas bandara setempat.

Bila Kepala Bandara berpendapat bandara tidak layak melayani operasional penerbangan akibat cuaca ekstrim ini, Agus menginstruksikan untuk bertindak tegas dengan menutup sementara bandara dari operasional penerbangan.

Di sisi lain Agus juga meminta para penumpang memaklumi akan kondisi ini dan selalu mematuhi aturan-aturan penerbangan yang diinstruksikan oleh petugas maskapai dan bandara.

“Penumpang saya minta maklum jika nanti ada delay atau pembatalan penerbangan. Di sisi lain, petugas maskapai dan bandara juga harus memberikan penjelasan yang up to date dan gampang dimnegerti oleh penumpang. Dengan demikian terjadi kerjasama yang baik dan tidak menimbulkan kejadian-kejadian negatif,” ungkap Agus. (omy)

loading...