Angkasa Pura 2

Jelang Berlakunya Ganjil-Genap, Jasa Marga Sudah Lakukan Persiapan

KoridorKamis, 8 Maret 2018
DXvepkjVMAAf0WJ

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Jasa Marga telah melakukan sejumlah upaya,  guna mendukung pemberlakukan pembatasan kendaraan dengan ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek)

Sesuai rencana, 3 paket kebijakan yaitu pemberlakuan  ganjil-genap, larangan operasi truk golongan lll sampai V dan  penyediaan lajur khusus angkutan umum (LKAU) dari pintu tol Bekasi Timur, Pintu T Bekasi Barat sampai Cawang, Jakarta Timur.

Dalam kaitan ini, menurut Durut PT Jasa Marga Desy Ariani di Jakarta, Kamis (8/3/2018)  pihaknya tekah melakukan berbagai persiapan. Mereka itu diantaranya:

1. Pembuatan marka jalan HOV Lane (marka tulisan dan marka lambang)
2. Pembuatan Rambu Lalu Lintas Lajur Khusus Bus (HOV Lane) setiap 3 km mulai dari Bekasi Timur sampai Halim.

3. Pembuatan Rambu Larangan Truk Melintas di Akses Karawang Barat dan Halim.

4. Pembuatan Rambu Lalu Lintas Pengaturan Ganjil Genap di akses masuk GT Bekasi Barat 1, GT l.

Bekasi Barat 2, dan GT Bekasi Timur 2
5. Penggeseran MCB pembatas lajur guna manuver putar balik kendaraan di akses masuk GT Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2, dan GT Bekasi Timur 2.

6. Pemasangan Spanduk Sosialisasi Ganjil Genap di GT Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2, dan GT Bekasi Timur 2.

7. Pemasangan Spanduk Sosialisasi Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Gol III-V di seluruh Akses Masuk Gerbang Tol (pemasangan secara bertahap).

8. Sosialisasi Paket Kebijakan Pengaturan Lalin di Ruas Tol Jakarta-Cikampek melalui Variable Message Sign (VMS), media sosial, dan leaflet.

Selain itu, kata Kabag Humas BPTJ Budi Raharko, sinergi lintas instansi juga telah melakukan sejumlah upaya guna mensosialisasikan paket
kebijakan tersebut, dan menyiapkan segala kebutuhan di lapangan.

Ketika kebijakan tersebut mulai diimplementasikan, di antaranya adalah dengan menempatkan petugas LJT, Satgas Kamtib, dan PJR di akses masuk gerbang tol.

“Dengan harapan kebijakan tersebut dapat mengurangi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang
kerap terjadi sejak pembangunan berbagai proyek infrastruktur dengan skala besar di ruas tersebut,” tandas Budi Rajarjo. (helmi)