Angkasa Pura 2

Jangan Terlena Premium, Puskepi: Kerugian Pertamina dari Bisnis Solar 2017 Capai Rp17.8 T

Energi Koridor OtomotifMinggu, 11 Maret 2018
Sofyano_Zakaria_Puskepi
    JAKARTA (BeritaTrans.com) – Realisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) solar terus meningkat tajam dari tahun ke tahun. Konsekuenainya,  potensi subsidi yang ditanggung negara melalui APBN juga naik.

    “Namun tidak demikian dengan konsumsi BBM premium (yang sudah tidak disubsidi) cenderung turun,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

    Dikatakan, pada harga jual Solar sebesar Rp5.150/liter. Itulah yang dikonsumsi masyarakat terutama pengguna kendaraan dengan BBM solar.

    Pasalnya, lanjut Sofyano, masih ada subsidi Pemerintah yang diberikan secara tetap dalam harga BBM Solar sebesar Rp500/liter.

    Dan Selama ini,  papar dia, selisih harga jual solar subsidi dengah harga formula Pemerintah yang rata rata sekitar Rp1.200/liter (tahun 2017) ditanggung oleh Pertamina.

    Padahal harga keekonomian BBM termasuk jenis Solar selalu diatas harga formula Pemerintah.

    Disisi lain, terang Sofyano,  kita hanya fokus terhadap BBM Premium yang sepenuhnya sudah tidak disubsidi Pemerintah.

    IMG-20180311-WA0033

    Oleh karena itu, saran Puskepi,  Kita semua baik rakyat, Pemerintah dan DPR jangan terlena dengan masalah BBM Premium saja.

    “Selama ini kita telah gagal fokus.  Jika hal itu terus dibiarkan berlalu, beban subsidi BBM Solar akan membengkak karena konsumsi yang tinggi. Implikasinya,  memberatkab APBN dan rakyat Indonesia semua,” terang Puskepi.

    Melalui akun @puskepi, Sofyano juga mengingatkan,  “data tahun 2107 dengan konaumsi BBM solar 14,3 juta KL, maka potensi kerugian Pertamina dari bisnis Solar mencapai Rp17.8 triliun,” tandas .(helmi)