Angkasa Pura 2

ALFI Minta NPCT One Transparan soal Tatacara Pengurusan Tila

DermagaSenin, 12 Maret 2018
downloadfile-1-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
-Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) minta kepada terminal New Priok Container Terminal One (NPCT 1) mensosialisasikan kebijakan tata cara pengambilan/ pengurusan ‘TILA’ agar tidak merugikan pemilik barang/importir (consignee).

Hal itu ditegaskan Ketum ALFI DKI Widijanto, Senin (12/3/2018) sehubungan kejadian pekan lalu dua kontainer impor sempat tertahan 2 hari di terminal tersebut karena tatacara pengambilan Tila tidak transparan.

Tila adalah bukti bahwa pemilik barang sudah melunasi kewajibannya di terminal sebagai syarat mengeluarkan barang

“Apalagi DO Online akan diberlakukan Juni mendatang. Ini berarti pelayaran /agen/ terminal petikemas /cargo owner dan semua pihak terkait harus memahami tata cara mau pun prosedure terkait dengan pelaksanaan Delivery Order (DO) Online,” tambahnya.

Ketum ALFI DKI Widijanto mengatakan jika masih ada SDM yang tidak memahami misalnya siapa yang berhak mengeluarkan DO, khususnya pada muatan kapal join slot bisa berakibat merugikan pemilik barang /importir/ consignee.

Sebagai contoh, Widijanto mengatakan pekan lalu
ada dua unit kontainer 20 feet berisi steel tidak bisa keluar dari NPCT One Pelabuhan Tanjung Priok, diduga karena SDM entah dari agen kapal atau terminal petikemas tidak mumpuni, kata Widijanto.

Widijanto mengatakan dua kontainer impor 20 feet tersebut Nomor :CMAUJ 0226604 & Nomor: OPDU 2843292 tidak bisa ke luar. Karena NPCT One tidak mau mengeluarkan Tila kepada pemilik barang /wakilnya yang menunjukkan e-DO APL tapi harus melampirkan e-DO dari Ben Line.

Widijanto menceritakan dua kontainer tersebut diangkut Kapal NYK ISABEL dari Lam Chabang, Thailand. Kapal tersebut sudah di-booking Ben Line dan APL minta space kepada Ben Line untuk membawa kontainernya.

Tapi sesampainya di Tanjung Priok/NPCT One, barang tersebut ridak bisa keluar kendati pemilik barang/ wakilnya menujukkan e-DO dari APL. NPCT One minta dilampirkan juga e-DO Ben Line.

Widijanto menyayangkan pemilik barang harus merogoh kocek lagi untuk membayar jasa tambahan storage akibat barang tidak bisa langsung keluar. (wilam)

loading...