Angkasa Pura 2

Green Line dan Paket Kebijakan Transportasi Segera Diterapkan di Ruas Tol Jagorawi dan Tangerang

KoridorSenin, 12 Maret 2018
WhatsApp Image 2018-03-11 at 18.42.40 (1)-2

BEKASI (BeritaTrans.com) – Operasi Green Line dan Pemberlakuan Paket Kebijakan meliputi Pengaturan Angkutan Barang (Gol. 3, 4 dan 5); Pengaturan Mobil Pribadi (Sistem Ganjil – Genap di Gate Tol); dan Prioritas Lajur Khusus Angkutan Umum (Bus Besar/Sedang) resmi dimulai Senin (12/3/2018).

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi dan menangani kemacetan di ruas Tol Jakarta – Cikampek.  Sebagai alternatif pembatasan kendaraan pribadi ganjil – genap tersebut, BPTJ bersama operator menyiapkan bus Transjabodetabek Premium, masing-masing 25 unit di Mega City Bekasi Barat dan 23 unit di Grand Dhika Bekasi Timur.

Menurut Menhub Budi Karya, pengguna kendaraan yang terdampak pembatasan ganjil-genap dari Bekasi ke arah Jakarta diharapkan beralih menggunakan angkutan umum yaitu bus Transjabodetabek Premium yang disiapkan.

“Masyarakat bisa juga menggunakan angkutan umum reguler yang sudah beroperasi di kedua pintu tol tersebut menuju ke Jakarta,” jelas Menhub lagi.

Bogor, Depok dan Tangerang

Kedepannya, menurut Menhub, kebijakan pembatasan kendaraan pribadi  ini tidak hanya akan berlaku di Bekasi. Namun kebijakan serupa  juga akan diberlakukan di Bogor, Depok atau Jagorawi dan Tangerang.

Dalam kebijakan ini, papar Menhub, Pemerintah juga  harus terus melibatkan masyarakat secara maksimal. Karena pada dasarnya masyarakat juga yang akan merasakan dampak kebaikannya. Menhub mengatakan bahwa sekitar 90 persen respons masyarakat terhadap paket kebijakan ini bersifat positif. 

“Sebesar apapun kritik dari masyarakat harus kita dengar dan kita coba dengan solusi bersama. Saya yakin kalau dari apa yang kita peroleh dari masyarakat, 90 persennya bersikap positif. Hari ini kita lihat bagaimana eksekusi ini berjalan dengan baik,” sebut Menhub.

“Kita harapkan ini ada eskalasi positif, jangan kita juga lalai dalam melakukan pengamatan-pengamatan ini, sehingga yang sudah kita mulai dengan baik, tiba-tiba tidak bermanfaat,”  tandas Menhub.(helmi)