Angkasa Pura 2

Ke Bandung 6 Jam, Kapolri: Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek Problem Kita Bersama

Aksi Polisi KoridorSenin, 12 Maret 2018
IMG-20180312-WA0009

BEKASI (BeritaTrans.com) – Kemacetan di jalan tol Bekasi ke arah Cikampek bahkan ke Bandung dan sebaliknya sudah demikian parah dan semua itu menjadi problema kita bersama. Masalah kemacetan ini harus segera dicarikan solsinya, agar tidak berkembang semakin negatif dan merugikan semua pihak.

Memang ada beberapa penyebabnya diantara pembangunan tiga proyek besar yang direncakana selesai sebelum 2019 light rail transit (LRT), mass rapir transit (MRT) dan elevated tol.

“Bahkan, ada rencana pembangunan trase jalan rel kereta cepat Jakarta-Bandung. Kita lihat memang ada dampak yang dirasakan publik,” kata Kapaolri Jend. M.Tito Karnavian di Bekasi, Senin (12/3/2018).

Dikatakan, banyak sekali komplain masyarakat bagaimana beratnya macet di jalan tol bahkan untuk sampai ke Bandung 5 sampai 6 jam. Saya hanya berpikir apakah tak ada jalan lain?

“Untuk itu, saya minta berkali-kali menghubungi Pak Irjen Royke (Kakorlanas Polri) untuk mencari konsep penyelesaian yang jitu. Penyebabnya apa daan solusinya beberapa alternatif kemudian bicarakan stakeholder yang mempunyai kepentingan disitu,” jelas Tito saat mendampingi Menhub Budi karya pada launcng Green Line.

“Temukan solusinya paling tidak bisa mengurangi. Dengan usaha kera, saya yakin dari Kemhub, PT Jasa Marga, ementerian PUPR semua berpikir. Karena itu menjadi masalah yang dirasakan bersama,” papar orang nomor satu di korp baju coklat tersebut.

Korlantas Usulkan Solusi

Sementara, Kakorlantas (Irjen Royke Lumowa) mengusulkan ada beberapa solusi. Salah satunya yang tadi dimulai, dari pembatasan (paket kebijakan). Solusinya kalau ganjil-genap dilakukan, seperti apa? Pasanya, yang mempunyai mobil genap di hari ganjil ini harus bagaimana dan seterusnya,” tutur Kapolri.

Kapolri Tito Kanavian berharap, paket kebijakan di tol Jakarta-Cikampek ini menyebabkan publik lebih susah lagi. “Untuk itu nanti mungkin kebijakan ganjil-genap perlu mendengarkan suara publik,” terang Tito.

“Dengan adanya green line, jua perlu langkah-langkah sosialisasi. Semua media sosialisasi ini terus jalan termasuk medsos. Bila perlu dibuatkan kanal khusus tentang greenline ini. Ini sangat mendasar bagi publik,” tandas Kapolri Tito Karnavian.(helmi)