Angkasa Pura 2

BPTJ Harapkan Makin Banyak Masyarakat Beralih Gunakan ke Angkutan Umum

Koridor OtomotifSelasa, 13 Maret 2018
IMG-20180308-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengharapkan makin banyak pengguna kendaraan pribadi. Perubahan perilaku ke angkutan umum massal perlu, sehubungan implementasi paket kebijakan penanganan kemacetan tol Jakarta-Cikampek mulai 12 Maret lalu.

Data menunjukkan mereka yang terdampak kebijakan ganjil-genap di pintu tol Bekasi ada kecenderungan berangkat lebih pagi sehingga dapat masuk melalui akses pintu Tol Bekasi ke Jakarta sebelum jam 06.00 WIB.

“Memang masyarakat dapat menentukan pilihan sendiri, tapi tentu melelahkan jam 4 pagi sudah berangkat dari rumah menuju ke kantor  meski pakai mobil sendiri,” sahut Bambang Pri melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Oleh karena itu Bambang Pri menyarankan agar berpindah ke angkutan umum massal. “Salah satu tujuan utama implementasi paket kebijakan penanganan kemacetan di tol Jakarta – Cikampek adalah mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum,” jelas dia.

 “Peningkatan jumlah kendaraan pribadi setiap tahun jauh lebih tinggi dibanding peningkatan kapasitas jalan. Jadi mau ditambah berapun jalan tidak mungkin mengimbangi peningkatan jumlah kendaraan pribadi,” tukas Bambang Pri.

Implementasi paket kebijakan penanganan kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini menurut Bambang Pri dapat menjadi momentum bagi pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan angkutan umum massal.

Disiapkan Bus Kelas Premium

Di sisi lain, BPTJ bersama operator menyiapkan bus Trabsjabodetabek Premium dari Mega Mall City Bekasi Barat dan Grand Dhika Bekasi Timur. Perum PPD dan PT Transjakarta mengoperasikan bus kelas premium sejak jam 05.00.

Dirut PPD Pande Putu Yasa mengatakan, bus PPD Premium yang dioperasikan sebagai alternatif pemberlakuan ganjil-genap siap melayani masyarakat sejak jam 05.00. “Pengguna kendaraan pribadi yang terdampak kebijakan ganjil-genap bisa beralih baik bus angkutan umum. Kendaraan mereka bisa diparkir di tempat dengan tarif fleet Rp10.000 per hari,” tandas Putu. (helmi)