Angkasa Pura 2

Kemenhub-Bakamla Bangun Sinergitas Perkuat Poros Maritim

DermagaSelasa, 13 Maret 2018
IMG-20180313-WA0064

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ingin lebih jauh mengetahui penanganan keselamatan dan keamanan di laut serta penegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia serta guna bertukar informasi dan pengumpulan data untuk menyusun rencana strategis pengawasan dan pengamanan laut, Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Rombongan BAKAMLA dipimpin Direktur Strategi Kemanan Laut, Laksamana Pertama (TNI) Muspin Santosa, diterima oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt. Jhonny R. Silalahi beserta jajarannya, Senin (12/3/2018).

“Pada kesempatan dimaksud, Laksamana Pertama (TNI) Muspin menyampaikan bahwa kunjungan strategis ke Ditjen Hubla dalam rangka pengumpulan bahan rencana strategis pengawasan dan pengamanan laut tahun 2019 serta penguatan sistem peringatan dini operasional keamanan laut yang terintegrasi,” jelas Capt. Jhonny di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Dalam rangka mendukung program unggulan Pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla khususnya dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, menurutnya, sangat diperlukan sinergitas antarinstansi terkait.

“Khususnya dalam upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, dan penegakkan hukum di wilayah perairan Indonesai,” ungkapnya.

Dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka diperlukan jaminan keamanan dan keselamatan pengguna jasa di laut.

Terkait dengan hal inilah maka sinergi antarinstansi yang bertanggungjawab di bidang keamanan dan keselamatan di laut sangat diperlukan guna mengawal pemanfaatan sumber daya kelautan.

Adapun kedua institusi yang bertanggung jawab di bidang keamanan dan keselamatan di laut yaitu BAKAMLA dan Direktorat KPLP berharap melalui kunjungan kerja ini akan menghasilkan langkah-langkah strategi penguatan sinergitas pengawasan dan pengamanan di laut.

“Sehingga ke depan operasi keamanan dan keselamatan laut yang terintegrasi dan terpadu dapat terwujud guna lebih menjamin keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia,” pungkas Capt. Jhonny. (omy)