Angkasa Pura 2

Bupati Banyuwangi Bangga Produsen Kapal Lokal Mampu Ekspor ke Rusia

DermagaRabu, 14 Maret 2018
IMG-20180314-WA0043

IMG-20180314-WA0046

BANYUWANGI (BeritaTrans.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan kebanggaannya karena Kabupatennya memiliki produsen kapal andal yang memproduksi sekaligus mengekspor ke Rusia.

Harus diakui, tak hanya dikenal sebagai kabupaten berbasis pariwisata, Banyuwangi dikenal pula sebagai lokasi pembuatan kapal canggih. Industri perkapalan Banyuwangi kembali mendapat kepercayaan besar memasok ke berbagai negara.

“Terbaru, salah satu produsen kapal berteknologi tinggi yang berbasis di Banyuwangi, PT Lundin Industry, mengekspor kapal buatannya ke Rusia. Yakni kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech,” jelas Anas di Banyuwangi, Rabu (14/3/2018).

Kapal yang dibeli militer Rusia tersebut berhasil diujicobakan di Selat Bali, Senin (12/3/2018) dan ikut dalam sea trail tersebut dia dan Direktur PT Lundin Industry John Lundin.

Lundin mengatakan, kapal itu mempunyai lambung 38 feet. Dengan ukuran lambung tersebut, kapal berteknologi tinggi ini diklaim sebagai produksi kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia.

“Kelebihannya, kecepatannya mencapai 85 knots (160 km/jam) dan dirancang mampu menahan kekuatan di atas G7 (gravitasi 7). Saat ini yang tercepat di Indonesia, bahkan mungkin Asia,” kata Lundin.

IMG-20180314-WA0047

Rusia memesan kapal buatan pabrikan Indonesia ini sebanyak tujuh unit. Saat ini lima kapal telah dikirim ke negeri Beruang Merah tersebut.

“Tadi yang diuji coba adalah kapal keenam. Khusus kapal keenam dan ketujuh kecepatannya 85 knot, di atas kecepatan lima kapal yang kami kirim sebelumnya 50-60 knot,” tuturnya.

Dua model kapal carbotech lainnya produksi Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia. “Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura.”

Keberhasilan industri perkapalan Banyuwangi memproduksi kapal Rusia itu menumbuhkan kebanggan bagi warga setempat yang banyak bekerja di PT Lundin. Di antaranya adalah Hari Hermawan, karyawan assembling (perakitan/penggabungan komponen kapal).
“Saya terlibat untuk assembling kapal Rusia ini, rasanya bangga karena negara-negara di dunia bisa pesan ke Banyuwangi,” ujar pria lulusan SMK PGRI 2 Banyuwangi itu.

Ekspor ini kata Anas membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi.

Anas optimistis, peluang industri perkapalan semakin terbuka lebar di Banyuwangi sekaligus diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal.

Dia mencontohkan pengembangan dermaga kapal pesiar yang digarap anak perusahaan BUMN di Pantai Boom, Banyuwangi. Dengan investasi marina di Pantai Boom yang bakal menyedot kapal pesiar, ada potensi bisnis pemeliharaan dan penyimpanan kapal (docking).
Selama ini, kebanyakan kapal pesiar melakukan docking dan pemeliharaan penunjangnya di Surabaya dan Bali.

“Nah ke depan harus bisa di Banyuwangi. Bisa semakin menambah penyerapan tenaga kerja, membikin perputaran ekonomi baru di sini,” pungkas Anas. (omy)

loading...