Angkasa Pura 2

KAI Perlu Dikembalikan Perannya Sebagai Lokomotif Ekonomi Petani Pedesaan

Ekonomi & Bisnis EmplasemenRabu, 14 Maret 2018
KA-Ekonomi-Lokal1_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejak tahun 2005 PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah bukan lagi menjadi lokomotive pengerak ekonomi rakyak.  BUMN ini banyak fokus mengejar untuk serta deviden untuk negara.

“Perlu mengembalikan KAI sesuai visi misi sebagai lokomotif pembangunan dan penggerak ekonomi rakyat. Mendorong daya beli masyarakat khususnya di Jawa dan Sumatera yang sudah ada jaringan KA,”  kata aktifis FS BUMN Bersatu Arief Poyuono  menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam.

“Sayang, sejak PT KAI tidak lagi menyiapkan gerbong angkutan untuk pedagang, bamgak pedagang kecil dari desa-desa tak bisa  untuk berjualan di kota dan menjual hasil pertanian kepada konsumennya,” kritik Arief lagi.

Dikatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab petani  di desa-desa kurang tertarik untuk bertani  Pasalnya, saat waktu tunggu panen petani tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ketika musim panen, mereka juga kesulitan menjual hasil panennya karena tak ada angkutan umum dengan harga terjangkau,” jelas Arief  yang juga kader  Partai Gerinda tersebut.

Kalau di satu desa di Jawa ada 50 petani yang menunggu panen sambil dagang buah buahan, ternak, kerajinan desa makanan desa dll dan diibawa ke kota kabupaten untuk dijual dengan kereta pengakut pedagang.

Pendapatan Rakyat Naik

Setiap hari mereka untung saja Rp100 ribu. Artinya setiap hari ada Rpl5 juta uang masuk ke desa dan setahun Rp1.8 miliar uang masuk ke desa.

“Dengan berputar uang di desa tersebut, jika ada 30 ribu desa artinya Rp51 triliun uang berputar di desa.  Betapa efek ekonominya luar biasa,” urai Arief.

Dengan penerimaan uang itu, para  petani bisa memenuhi kebutuhan hidupnya selama menunggu panen padi tiba.

Masuknya dana dari kota yang dibawa oleh Petani atau keluarganya  ke satu desa sebesar Rp1,8 miliar setahun. “Dengan begitu,  maka ekonomi sektor UKM di desa akan bertumbuh dan daya beli masyarakat desa akan meningkat,” tegas Arief.(helmi)

loading...