Angkasa Pura 2

Kemhub Akan Terapkan Tilang atau Turunkan Barang Pada Pelanggaran Overload

Aksi Polisi Koridor OtomotifRabu, 14 Maret 2018
images-7

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  mengatakan, pihak Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan menerapkan sistem tilang atau menurunkan barang sebagian terhadap pelanggaran overdimensi dan overloading (ODOL) di jalan raya.

“Kebijakan ini  sebagaimana tertuang dalam Pasal 277 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Selain itu, lanjut dia,  Kemhub juga akan mengaktifkan kembali jembatan timbang untuk mencegah truk bermuatan lebih melintas di jalan raya.

“Kendaraan overload sangat merugikan karena merusak jalan terutama untuk truk ankle yang mengangkut lebih dari 20 ton. Untuk itu, tindakan tegas akan diberikan melalui tilang atau menurunkan barang sebagian bagi truk yang membawa muatan berlebih (overloading),” jelas Menhub.

Khusus untuk pelanggaran overdimensi, menurut Menhub,  meminta aparatnya di lapangan  agar berkoordinasi dengan kepolisian untuk penindakan tegasnya.

Namun begitu, dalam proses penegakan hukum baik terkait e-tilang serta  reaktivasi jembatan timbang, Menhub meminta aparatnya di lapangan untuk jujur,  tegas dan berintegritas.

“Tolong kerja yang baik dan jaga integritas. Jangan sampai stigma negatif di jembatan timbang kembali terulang,”  terang Menhub.

Sebelumnya, Kemhub juga sudah meluncurkan sistem e-tilang.  Aplikasi elektronika itu diluncurkan secara bersamaan yaitu e-tilang, e-ticket untuk bus AKAP serta  Sistem Perizinan Angkutan Online dan Multimoda.

Dalam pelaksanaan tMTilang elektronik tersebut, Kemhub bekerja sama dengan pihak bank  khususnya BRI. Bagi pihak yang melanggar dan terkena tilang bisa langsung membayar melalui ATM atau transfer bank ke kas negara.

Bukti pembayaran secara online itu  selanjutnya bisa digunakan untuk mengambil barang atau kendaraan yang kena tilang atau  ditahan oleh aparat di lapangan.

Para pihak, baik pengemudi, pemilik barang atau ekspedisi yang melanggar atau kena tilang bisa menyelesaikan masalah secara online. Kalau kena denda bisa langsung membayar ke bank tanpa harus melalui perantara pihak ketiga termasuk melalui aparat sekalipun.(helmi)

Foto: ilustrasi