Angkasa Pura 2

Markuat: Program Padat Karya Disnav Surabaya Sangat Membantu Saya

DermagaKamis, 15 Maret 2018
IMG_20180314_140233

GRESIK (beritatrans.com) – Program padat karya yang digelar oleh Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Jawa Timur, dinilai sangat membantu bagi masyarakat desa setempat. Hal ini disampaikan Markuat (55), salah seorang warga desa yang diberdayakan untuk program padat karya di kantor Stasiun Radio Pantai (SROP) Gresik.

“Sangat membantu sekali pak. Saya sudah lama tidak bekerja. Alhamdulillah dengan adanya padat karya di SROP ini saya jadi bisa mendapat penghasilan untuk keluarga,” kata Markuat kepada beritatrans.com dan aksi.id.

IMG_20180314_140311

Markuat bersama tujuh temannya diberi pekerjaan oleh Disnav Surabaya untuk membersihkan lingkungan SROP Gresik termasuk pemeliharaan taman dan pengecatan fasilitas SROP. Pekerjaan ini terkait dalam program padat karya yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

SROP adalah salah satu Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang memiliki posisi penting, terutama untuk memantau pergerakan dan posisi kapal yang akab keluar atau pun masuk ke Pelabuhan Gresik.

IMG_20180314_140425

“Kami memberikan upah yang layak kepada mereka yaitu antara Rp 120 ribu hingga Rp 160 ribu per hari, disesuaikan dengan tingkat upah minimum wilayah setempat,” kata Kepala Disnav Kelas I Surabaya Basar Antonius.

Menurut Basar, selain SROP Gresik, program padat karya juga dilakukan pada 9 SBNP lainnya yang berada di wilayah kerja Disnav Surabaya.

IMG_20180314_140400

“Ke depannya, kami akan mencoba meneruskan program padat karya ini dengan memasukan ke dalam kontrak kerja sebagai salah satu syarat rekan kerja untuk memperoleh pekerjaan di Disnav Surabaya,” kata Basar.

Markuat juga berharap bisa tetap mendapat pekerjaan dari Disnav Surabaya.

“Pengennya sih terus (diberi pekerjaan). Maklum pak, saya kan bisanya cuma kuli kasar seperti jadi tukang bersih-bersih rumput, ngecat, atau kerjaan kasar lainnya,” tutur Markuat. (aliy)

loading...