Angkasa Pura 2

BPTJ: Kemacetan di Jabodetabek Timbulkan Kerugian Rp100 Triliun Per Tahun

Ekonomi & Bisnis KoridorJumat, 16 Maret 2018
Jakarta Macet TJ

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Data BPTJ menyebutkan, akibat kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek menyebabkan inefisiensi pada waktu, biaya, dan tenaga. Setiap tahun terjadi kerugian Rp100 triliun di Jabodetabek akibat macet. 

“Perlu ada kebijakan strategis, agar macet di ruas tol ini berkurang secara signifikan,” sebut akun resmi @bptj151 di Jakarta.

Oleh karenanya,  Paket Kebijakan yang sempat  diharapkan bisa segera terwujud didukung masyarakat.  Jalan tol Japek harus makin lancar dan jadi urat nadi perekonomian nasional.

Paket Kebijakan Penanganan Kemacetan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diharapkan akan mempercepat laju kendaraan menjadi 48,45 km/jam dan waktu tempuh menjadi 83 menit.

“Termasuk dalam paket ini adalah kebijakan #GanjilGenap Bekasi, pengaturan kendaraan angkutan barang dan jalur khusus bus harus sukses. Dan lalin makin lancar,” sebut akun itu.
 
Lebih lanjut #bptjkemenhub menyebutkan, “Saat ini, rata-rata kecepatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek hanya 32,34 km/jam dengan waktu tempuh 116 menit.

Rubah Gaya Hidup

Menurut Kepala BPTJ Bambang Pri, menyikapi macet itu maka gaya hidup masyarakat dalam berkendaraan harus dirubah. Dengan aturan ganjil genap mulai 12 Maret 2018, mobil dengan plat nomor ganjil hanya bisa melintas pada tanggal ganjil dan sebaiknya.

Aturan ini berlaku Senin-Jumat setiap pukul 06.00-09.00 WIB. “Untuk mengurangi macet, BPTJ juga  mengajak masyarakat mau menggunakan  angkutan umum, yaitu TransJabodetabek Premium,” saran Bambang Pri.

Dirut PPD Pande Putu Yasa dalam berbagai kesempatan, bus Transjabodetabek Premium itu setara dengan mobil pribadi.

“Bus yang lebih nyaman dan aman dengan AC, Wi-Fi, battery charger dan melewati jalur khusus bus dalam tol,” tandas Putu.(helmi)

loading...