Angkasa Pura 2

Menjaring Pasar Usaha Syariah di Indonesia yang Menjanjikan

Another News Ekonomi & BisnisSabtu, 17 Maret 2018
Logo Usaha-Syariah

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ekonomi syariah di Indonesia berpotensi menjadi lokomotif ekonomi nasional. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar merupakan pasar yang potensial bagi industri perbankan syariah maupun ekonomi berbasis syariah.

“Indonesia memiliki potensi besar, karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk beragama terutama Muslim. Industri keuangan syariah semakin hari akan semakin baik. Namun secara market share menjadi masalah karena kami melawan sesuatu yang bergerak. (Direktur Bank BJB Syariah, Indra Falatehan,2018).

Geliat ekonomi berbasis syariah di Indonesia, mulai memperlihatkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga akhir 2017 penyaluran biaya perbankan syariah tumbuh 15,75 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 20,54 persen.

Lembaga pembiayaan syariah lain di Indonesia juga tumbuh positif. Banyak lembaga keuangan bank atau nonbank ramai-ramai menawarkan pembiayaan syariah pada umat Islam Indonesia. Umat Islam Indonesia yang mayorutas memang pasar yang sangat menjanjikan.

Salah satunya, Amitra yang bernaung dibawah FIFGROUP, misalnya. Tantangan bagi lembaga keuangan ini menawarkan produk serta menggaet pangsa pasar yang besar di Indonesia.

Berbagai pembiayaan syariah ditawarkan Amitra, baik untuk investasi, pembiataan Haji dan Umrah bahkan untuk biaya pernikahan dilayani Amitra.

Sejak awal, Amitra begitu yakin mengembangkan pembiayaan syariah karena Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dan perekonomiannya tumbuh cukup baik. Tidak sedikit lembaga bisnis di Indonesia mengembangkan usahanya bekerja sama dengan Amitra.

Banyak sektor usaha berasakan syariah yang bisnis garap pelaku usaha di Tanah Air. Sistem ekonomi syariah berperan besar dalam laju ekonomi Indonesia terkait perkembangan sektor riil.

Sistem syariah menolak adanya bunga bank atau riba, sehingga dana yang dikelola akan dimanfaatkan pada sektor riil. Ini mendorong adanya investasi luar negeri, terutama negara Timur Tengah.

Tung Desem Waringin https://finance.detik.com), sang motivator kondang itu menyampaikan ragam usaha syariah yang bisa digarap dan tak membutuhlan modal besar serta dibutuhkan konsumen Indonesia.

Tercatat ada berbagai jenis usaha syariah yang bisa dikembangkan di Indonesia. Sedikitnya, ada empat cabang usaha yang bisa dikembangkan dengan sistem syariah.

1. Berjualan Camilan Halal. Membuka usaha makanan merupakan bisnis yang sangat potensial karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia dan selalu dibutuhkan.

Kita juga perlu mempelajari usaha makanan apa yang cocok dikerjakan di rumah dengan modal yang kecil. Inilah beberapa usaha makanan yang cocok dijalankan di rumah:

a. Berbisnis jualan aneka kue. Rata-rata masyarakat Indonesia menyukai kue-kue camilan seperti; brownies kukus, kue bolu, kue lapis, lumpia, donat, risoles, dan kue-kue lainnya.

Jangan lupa, promosikan usaha kue Anda ke teman-teman, tetangga, dan keluarga. Dan manfaatkan momen-momen penting untuk meningkatkan penjualan usaha kue Anda, misalnya acara ulang tahun, Lebaran, Natal, tahu Baru dan lainnya.

b. Berbisnis jualan gorengan. Hampir semua orang pasti menyukai gorengan. Banyak kalangan di masyarakat kita suka makan gorengan, seperti; pisang goreng, tahu goreng, tempe goreng, mendoan, bakwan, dan lain-lain.

Kuncinya, anda harus mampu membuat fariasi gorengan yang unik dari gorengan biasa, kemungkinan besar untuk sukses dalam usaha gorengan ini akan semakin besar.

2. Bisnis Online Halal. Saat ini bisnis online merupakan salah satu bisnis paling ngetrend di Indonesia. Selain cenderung lebih mudah, banyak jenisnya, dan biaya menjalankan bisnis online juga cenderung lebih murah dibandingkan dengan bisnis konvensional.

Beberapa jenis bisnis online yang saat ini sedang banyak dijalankan oleh masyarakat Indonesia adalah bisnis dropshipping busana muslim misalnya. Atau, menjadi blogger dan publisher, membuat toko online, menjual jasa, bisnis afiliasi, dan masih banyak lagi.

3. Bisnis Handmade. Dibutuhkan seseorang yang memiliki kreatifitas tinggi untuk mengubah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Salah satu contoh adalah memanfaatkan kain perca atau kain bekas yang diubah menjadi sebuah tas unik atau boneka cantik.

4. Pulsa. Berkomunikasi dengan handphone sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Tentunya para pengguna telepon genggam ini akan membutuhkan pulsa agar dapat menggunakan gadget mereka tersebut.

Dan masih banyak peluang usaha rumahan yang bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya karena memiliki potensi keuntungan yang lumayan besar. Indoensia dengan 250 juta jiwa dan mayoritas muslim merupakan pangsa pasar yang menjanjikan bagi produk usaha berbasis syariah.

Yang menjadi masalah sekarang, bagaimana pelaku usaha mau dan mampu memanfaatkan peluaang usaha di Tanah Air. Di negeri yang mayoritas muslim ini, rasanya tak ada usaha syariah yang tidak menguntungkan. Kini saat mulai, dan terus berjuang untuk membangun ekonomi syariah di Indonesia.***–iskandar helmi–

loading...