Angkasa Pura 2

Operator Penerbangan Diminta Tak Berhenti Sosialisasi Peraturan Keselamatan

Bandara KokpitSabtu, 17 Maret 2018
IMG_20180312_201443

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso meminta seluruh operator penerbangan untuk mematuhi dan tak berhenti mensosialisasikan peraturan penerbangan yang sudah dibuat regulator mengacu pada aturan Internasional.

“Ini untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan secara kontinyu dan berkesinambungan. Apalagi mengingat sebentar lagi sudah memasuki musim sibuk menjelang mudik Lebaran 2018,” jelas Agus di Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Dia menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan Technical Meeting Discussion di bidang keselamatan dan keamanan penerbangan. Dihadiri pimpinan dan perwakilan seluruh operator penerbangan nasional dan asing yang beroperasi di Indonesia seperti maskapai penerbangan, pengelola bandara, groundhandling, dan AirNav.

“Pada tahun 2017, penerbangan kita telah mencapai tingkat yang sangat tinggi di tingkat Internasional, saya minta untuk tahun ini¬†seluruh operator¬†menjaga prestasi. Tidak hanya operator, tetapi juga inspektur dari regulator yang berada di pusat dan daerah untuk melakukan tugas pengawasannya dengan baik,” ujarnya.

Menurut Agus, untuk menjaga pencapaian tersebut agar terus berkesinambungan, perlu kerja sama yang erat dan baik antara regulator dan operator di lapangan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Secara spesifik, Agus juga meminta operator di lapangan untuk mensosialisasikan aturan-aturan terbaru yang telah dikeluarkan. Seperti Peraturan Menteri Perhubungan No. 80 tahun 2017 terkait tentang dangerous good dalam penerbangan, di mana aturan itu juga diturunkan dalam Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara no. SE 15 tahun 2018 tentang Ketentuan diperbolehkannya Membawa Pengisi Baterai Portabel (powerbank) dan Baterai Lithium Cadangan pada Pesawat Udara.

“Sedangkan terkait makin dekatnya liburan puasa Ramadhan dan Idhul Fitri, operator agar membantu sosialisasi terkait larangan menerbangkan balon udara ukuran tertentu karena bisa mengganggu operasional pesawat terbang,” tuturnya. (omy)

loading...