Angkasa Pura 2

Pengemudi Angkutan Umum Harus Istirahat Minimal 30 Menit Setelah 4 Jam Kerja

Koridor Otomotif SDMMinggu, 18 Maret 2018
IMG-20180318-WA0001

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Keselamatan merupakan persyaratan mutlak dalam setiap perjalanan pada semua moda transportasi, tak terkecuali kendaraan umum berpenumpang.

Seluruh kendaraan penumpang umum harus dalam kondisi laik jalan dan dioperasikan SDM profrsional di bidangnya.

“Salah satu faktor utama saat pengemudi berkendara terutama jarak jauh adalah konsentrasi berkendara. Tuntutan untuk tetap waspada inilah yang menjadi prasyarat fisik seorang pengemudi,” sebut akun @kemenhub151 di Jakarta.

Dalam rangka memelihara konsentrasi berkendara,  pengemudi dianjurkan untuk memberikan jeda istirahat pada fisik selama sekurangnya 30 menit setelah berkendara selama 4 jam berturut-turut.

Sedang ritme jeda istirahat ini dilakukan untuk meredakan kelelahan tubuh dan menyegarkan kembali peredaran oksigen dalam tubuh, sehingga kondisi kembali prima saat melanjutkan perjalanan.

Memforsir tenaga dengan berkendara dalam waktu lama dapat mengakibatkan kepenatan yang akan mempengaruhi kewaspadaan dan kemampuan kognitif dalam merepresentasikan bahaya.(helmi)