Angkasa Pura 2

Terdampar di Perairan Tual, KN Salawaku Berhasil Evakuasi Penumpang Kapal Perla

DermagaMinggu, 18 Maret 2018
IMG-20180318-WA0006

IMG-20180318-WA0007

TUAL (BeritaTrans.com) – Kapal patroli KPLP Salawaku KNP. 213 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tual berhasil mengevakuasi Kapal pelayaran rakyat (pelra) tipe Long Boat yang mengalami gangguan mesin mati di Perairan Tual, Maluku Jumat malam (16/3/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang mengakibatkan kapal pelra tersebut terombang-ambing, hanyut, dan terdampar di Pulau Bui, Tual.

“Kapal membawa tujuh penumpang, berlayar dari Desa Rumalasari Teor, Watake Seram menuju Pulau UT Tual,” tutur Pelaksana Harian Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tual Jhon Untajan, Ahad (18/3/2018).

Lebih lanjut Jhon menyebutkan bahwa informasi kapal terdampar tersebut diterima kemarin sore dan langsung menindaklanjutinya dengan menyiapkan kapal patroli KPLP.

“Kapal yang terdampar di Pulau Bui dengan posisi 05 07 5″ S-132 02′ 115″ E. Langsung saja kami merespon cepat dengan melakukan koordinasi dengan Plt Walikota Tual dan Kapolres Maluku Tenggara untuk pelaksanaan SAR,” ujarnya.

IMG-20180318-WA0009

KN Salawaku berangkat dari dermaga Pangkalan PLP kelas II Tual menuju lokasi musibah berjarak kurang lebih 85 NM (nautika mill) dibawah pimpinan Kasubsi Operasi, PPLP Tual.

Dari rencana perkiraan tiba sekitar pukul 02.30 WIT setelah berlayar dari pukul 17.00 WIT, kapal tiba pukul 06.00 WIT keesokan harinya (17/3) karena untuk keselamatan, kecepatan kapal dikurangi mengingat gelombang kurang lebih mencapai ketinggian dua meter.

Setiba di lokasi, evakuasi pun dimulai. Anak Buah Kapal (ABK) membawa tali kapal ke long boat sepanjang kurang lebih 200 meter dan diikatkan serta ditarik mendekati kapal.

“Evakuasi berlangsung dua jam dan seluruh korban berhasil dinaikkan ke kapal KN Salawaku,” papar Jhon.

Usai evakuasi kapal berlayar lagi ke Pelabuhan Yos Sudarso Tual. Sekitar pukul 15.20 WIT kapal telah merapat di dermaga.

“Operasi SAR ini dinilai tercepat karena waktu yang dibutuhkan dari saat menerima berita, koordinasi antar unsur hingga pergerakan kapal ke lokasi hanya membutuhkan waktu dua jam saja,” tutur dia.

IMG-20180318-WA0008

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi mengapresiasi respon dan langkah cepat yang dilakukan Kantor UPP dan PPLP Tual untuk penyelamatan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Reaksi cepat yang mampu mengevakuasi di tengah cuaca dan gelombang yang tidak menentu sangat saya apresiasi, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Capt. Jhonny.

Dia juga mengingatkan agar seluruh operator selalu mengutamakan keselamatan dan memerhatikan faktor cuaca saat berlayar.

“Kami selalu rutin mengeluarkan maklumat pelayaran yang harus diperhatikan oleh Nakhoda yang akan berlayar. Sekali lagi jangan memaksakan berangkat bila cuaca buruk dan pastikan kapal berada dalam kondisi laik laut,” pungkas Capt. Jhonny. (omy)