Angkasa Pura 2

ALFI Harapkan Kepala OP Dorong Regulasi Tak Jalan Di Pelabuhan Tanjung Priok

DermagaSenin, 19 Maret 2018
Cerita-Seru-Dari-Pelabuhan-Tanjung-Priok-Yang-Baru-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
-Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI ) mengharapkan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP)Tanjung Priok mampu mendorong beberapa regulasi yang dikeluarkan pemerintah tapi hingga kini tidak berjalan baik.

Ketum DPW ALFI DKI Jakarta, Widijanto mengatakan Senin (18/3/2018), regulasi yang tidak berjalan optimal antara lain penghapusan uang jaminan kontainer.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Laut No Um 003/40 /II /DJPL -17 yang ditandatangani A Tonny Budiono, Jumat (19/5/2017).

Penghapusan uang jaminan kontainer ini selanjutnya dituangkan dalam Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah tahap XV yang diluncurkan Kamis (15/6/2017).

Namun, kata Widijanto, sampai saat ini hanya 6 dari 25 perusahaan pelayaran /agen yang mentaati penghapusan uang jaminan kontainer.

Sementara, 19 perusahaan pelayaran/ agen masih terus memungut uang jaminan kontainer tanpa alasan jelas.

Padahal, uang jaminan kontainer hanya berlaku untuk barang berpotensi dapat merusak petikemas, atau penerima barang (consignee) yang baru menggunakan jasa perusahaan pelayaran.

Selain itu Regulasi PM25 Tahun 2017 tentang pemindahan kontainer long stay juga ditengarai tidak jalan. “Indikasinya dwelling time di Pelabuhan Tanjng Priok masih tetap tinggi di atas 3,5 hari,” tutur Widijanto.

Widijanto mengatakan jika penghapusan uang jaminan lontainer dan PM25 Tahun 2017 berjalan baik diharapkan biaya logistik khususnya di pelabuhan bisa ditekan.

Beberapa regulasi yang belum jalan di Pelabuhan Tanjung Priok sempat terungkap dalam pisah sambut mantan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra pertengahan November tahun lalu.

Saat itu Nyoman mengharapkan kepada penggantinya Arif Toha agar melanjutkan beberapa tugas yang belum selesai semasa kepemimpinannya.

Nyoman mengatakan beberapa tugas yang masih perlu dilanjutkan oleh Kepala OP yang baru Arif Toha antara lain, mengupayakan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok 2,5 hari secara pasti.

Dia mengatakan Kantor OP bersama isntansi terkait selama ini sudah bekerja keras untuk mencapai dwelling time 2,5 hari tapi sampai saat ini masih belum tercapai secara pasti. Walau pun kadang kadang tercapai 2,5 hari.

Selain itu Delivery Order (DO) Online belum jalan , pembahasan tarif Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP) dan Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT) agar segera dibahas dan Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) belum seluruhnya rampung. (wilam)