Angkasa Pura 2

Agar Tak Rancu, Puskepi: Pemerintah Perlu Pertegas Definisi BBM Umum

Energi KoridorSelasa, 20 Maret 2018
sofyano-zakaria

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebaiknya definisi bahan Bakar Umum dipertegas lagi dengan merinci jenis-jenis bahan bakar minyak Umum sehingga tidak menimbulkan multitafsir. Dengan begitu, aplikasinya di lapangan  tidak rancu karena definisi yang tidak jelas.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria  saat dihubungi BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Oleh karenaa iru, lanjut dia,  Pemerintah disarankan melakukan revisi terhadap Peraturan Presiden  (Perpres) Nomor 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Langkah ini perlu,  terkait ambigunya definisi bahan bakar umum, yang hanya diartikan sebagai bahan bakar minyak selain bahan bakar minyak Tertentu dan bahan bakar minyak khusus penugasan.

Hasil kajian Puskepi menyebutkan, BBM Ron 88 (Premium) yang dikategorikan sebagai BBM umum di wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali, seharusnya penetapan harga dilakukan oleh badan usaha, bukan pemerintah.

“Sama halnya seperti penetapan BBM  jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertalite, Super dan V-Power, yang harganya ditetapkan oleh badan usaha dengan mempertimbangkan fluktuatif harga minyak dunia dan perkembangan harga pasar,” jelas Sofyano.

BBM Khusus Wilayah Penugasan

Selanjutnya, Pemerintah diminta tegas melarang didistribusikan dan dijualnya BBM Ron 88 di wilayah-wilayah yang dikecualikan dari BBM Khusus Penugasan.

“Dengan begitu, di wilayah-wilayah pengecualian BBM Khusus Penugasan tersebut hanya dijual BBM Umum atau BBM Tertentu saja,” tukas Sofyano.

Menurut dia, harga jual eceran bahan bakar minyak jenis Ron 88 (premium) adalah termasuk bahan bakar minyak khusus penugasan di wilayah-wilayah provinsi tertentu di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian harga jual eceran harus ditetapkan oleh pemerintah dan tanpa diberikan subsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Untuk BBM Ron 88 di wilayah Jawa, Madura dan Bali termasuk BBM Umum. Hal itu  sama seperti Pertamax, Pertamax Plus, Super, V-Powerr, Pertalite yang harganya ditetapkan oleh badan usaha,” tutup Sofyano.(helmi)