Angkasa Pura 2

Toos, Pilot Uji Helikopter Andal Indonesia

Figur KokpitSelasa, 20 Maret 2018
IMG-20180320-WA0019

IMG_20180320_152124

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Untuk kalangan penerbangan utamanya bidang helikopter pasti tak asing dengan Capt. Antonius Toos Sanitioso yang akrab disapa Toos.

Jam terbang yang tidak sedikit membuat lelaki ramah ini kerap mendapat pujian dan menjadikannya sebagai salah satu pilot andal Indonesia serta mendapat kesempatan menjadi Pilot Uji Helikopter.

Keinginannya mengembangkan penerbangan sangat tinggi dan terus berkiprah hingga akhir hayatnya. Tuhan Yang Maha Esa memanggil Toos pada 6 September 2016.

“Sebelumnya, Pak Toos sempat mendapat penolakan untuk menjadi penerbang dari keluarganya karena salah satu penyebabnya, beliau adalah anak lelaki satu-satunya,” ungkap istri Toos, Irene Anggraini dalam peluncuran buku Toos Pilot Uji Helikopter di Jakarta, Selasa (20/2018).

Namun ketertarikan yang sangat tinggi, membuat keinginannya akhirnya dapat terealisasi. Menempuh pendidikan penerbang hingga akhirnya menjadi salah seorang yang diperhitungkan. Mendedikasikan dengan berkarir di PT Dirgantara Indonesia yang sebelumnya bernama PT Nurtanio Nusantara.

Kakak perempuannya yakni Wati pun menyampaikan hal sama. Meski sempat dilarang, Toos selalu gigih untuk meyakinkan kemampuannya.

Direktur Utama PT Whitesky Aviation Denoan Prawiraatmaja adalah satu dari sekian banyak orang yang mengangumi sosok Toos ini.

IMG-20180320-WA0018

“Dia Bapak bagi saya, membimbing dan memberi semangat besar untuk kemajuan aviasi,” ujar Denoan.

Kebersamaan yang sangat panjang membuat Denoan ingin mengabadikan nama akhir Toos yaitu Sanitioso pada salah satu Heliport Whitesky Aviation.

Hal senada juga disampaikan Chief Test Pilot PT Dirgantara Indonesia Capt. Esther Gayatri Saleh yang menganggap Toos sebagai kakak. Kedekatannya yang erat membuatnya juga mengenal akrab keluarganya.

“Beliau banyak memberikan ilmu dan motivasi kepada saya,” katanya.

Penulis buku Toos Pilot Uji Helikopter Reni Rohmawati mengaku sangat terhormat saat diminta untuk menulis buku Toos.

“Saya mengenal Pak Toos sejak tahun 1990-an sebagai salah satu narasumber terbaik saya, saya merasa terhormat dan bangga dapat terlibat dalam pembuatan buku ini,” papar Reni.

Buku biografi ini tak sekadar menceritakan Toos namun juga sebagai motivasi bagi semua pembacanya yang sangat inspiratif. Selamat membaca. (omy)