Angkasa Pura 2

Ahmad Yani Semarang Dibangun dengan Konsep Bandara Terapung

BandaraKamis, 22 Maret 2018
IMG-20180322-WA0055

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Bandara Ahmad Yani Semarang dibangun dengan mengusung konsep bandara terapung.  Bandara ini memadukan konsep “eco-green airport” sehingga menjadikan bandara ini sebagai bandara dengan terminal terapung pertama di Indonesia.

Disebut sebagai bandara terapung karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair.

Selanjutnya  menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut.  PVD sendiri merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak. 

Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul, mengatakan proses pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani saat ini terus dilakukan agar penyelesaiannnya sesuai target.

Wendo menjelaskan untuk Paket I yang mencakup akses jalan menuju terminal baru, sudah selesai 100 persen. Demikian juga Paket II yang mencakup jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat juga sudah selesai 100 persen.

Sementara Paket III yang terdiri sari terminal penumpang selesai 63 persen dan Paket IV baru selesai 10 persen,” ungkapnya.

Tentunya, sebelum bisa dioperasionalkan bandara itu akan dilakukan verifikasi antara lain oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan keamanan dan kenyamanan sesuai aturan berlaku.

Luasan apron terminal baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo.

Bandara Ahmad Yani nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri untuk mendukung kegiatan khususnya bagi warga Jawa Tengah.

Seperti diketahui, turut hadir dalam kunjungan kerja antara lain  Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose, Kepala Otoritas Bandara Wilayah Surabaya Dadun Kohar.(helmi)

loading...