Angkasa Pura 2

Ganjil-Genap Japek, Bambang Pri: Saya Coba Sendiri Bisa Sampai 90 Km/jam

KoridorKamis, 22 Maret 2018
IMG-20180322-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengklaim kebijakan ganjil-gejap dan larangan operasi truk sumbu tiga atau lebih pada kam 06.00-09.00 brhasil mengurai kemacetan. Kebijakan ini diatur melalui PM No.18/2018 dan akan terus disisialisasikan ke masyarakat.

Dari hasil evaluasi terjadi peningkatan kecepatan kendaraan menjadi 60 km/jam di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek)  di pagi hari. Laju kendaraan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya coba sendiri bisa sampai 90 km/jam. Kecepatan bisa dimaintain dengan baik. Waktu tempuh meningkat. Dari Bekasi ke Cawang yang biasanya 1,5 jam sekarang 47 menit,” ungkap Kepala Badan Pengelola Transpirtasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Yang kami khawatirkan, lanjut dua adalah dampak kemacetan di   jalan Arteri Kalimalang dari Bekasi ke Cawang.  Ternyata clean, dari pantauan di google maps ternyata hijau (lancar).

“Dari arah Depok ke Japek relatif lancar. Bahkan ada testimoni arus dari Bandung pagi hari lancar,” jelas Bambang Pri.

Pembagian Beban

Yang cukup melegakan, menurut dia saat ini juga terjadi perubahan pola pergerakan orang. Orang berangkat lebih pagi masuk tol Japek. Artinya terjadi pembagian beban di ruas tol Japek itu,” aku Bambang Pri.

Masyarakat yang biasanya menggunakan Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur, kini sudah mulai mencari alternatif pintu tol lain.

“Orang sekarang lagi mencari bentuk. Misalnya, dia berusaha lewat pintu tol tambun, lewat tol Cikunir, artinya beban sudah mulai terbagi rata. Orang berangkat lebih pagi,” terang Bambang Pri.

“Ini bagus. Kebijakan ini termasuk sukses karena sudah terbagi beban, selama ini hanya jam 06.00-09.00 sekarang mulai berangkat lebih pagi,” urai pejabat Kemhub itu.

Meski demikian, dia tetap mengantisipasi adanya masyarakat yang memanfaatkan lancarnya arus lalu lintas untuk kembali menggunakan mobil pribadi.

“Untuk itu, BPTJ akan menggencarkan promosi dan upaya mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum,” tandas Bambang Pri.(helmi)