Angkasa Pura 2

Jojo: Bandara Ahmad Yani Program Strategis Nasional (PSN) Menjadi Prioritas untuk Melayani Masyarakat

Bandara Ekonomi & BisnisKamis, 22 Maret 2018
IMG-20180322-WA0050

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Bandara Ahmad Yani akan menjadi pendukung kegiatan ekonomi dan sosial di Ibukota Jawa Tengah ini. Proyek yang dibangun PT Angkasa Pura (AP) I ini akan selesai  dan dioperasilan sebelum Angkutan Lebaran 2018 mendatang.

“Proyek pembangunan Bandara Baru Ahmad Yani merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas untuk melayani masyarakat,”  kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan  Sugihardjo  di Semarang, Kamis (22/3/2018).

Terminal Baru  Bandara Ahmad Yani di Semarang,  Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini mampu meningkatkan kualitas layanan. Bandara yang sekarang ada itu kapasitas desainnya hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahunnya dan luas area hanya 5.800 m2. 

“Dengan pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang ini untuk menjawab solusi permasalahan over kapasitas jumlah penumpang setiap tahunnya,” kata dia.

“Dengan pembangunan terminal baru ini dapat menampung 6 juta penumpang per tahun dan akan lebih besar 9 kali lipat dari Bandara Adi Soemarmo Surakarta dan lebih besar dari Bandara Hassanudin Makassar,” jelas  Jojo.

Dalam kesempatan itu, Jojo, sapaan akrab dia, mengingatkan agar material yang digunakan untuk bangunan bandara itu digunakan yang berkualitas tahan lama dan aman mengingat merupakan gedung publik. “Kaca dan lantai misalnya harus dipilih yang berkualitas agar aman untuk publik,” ujar dia.

Jojo juga mengapresiasi progres pembangunan terminal penumpang baru Bandara Ahmad Semarang. “Dari sisi teknik  baik dan bahan bangunan juga bagus. Progres fisik pembangunan sesuai target,” puji alumni UI itu lagi.

Selesai Sesuai Target

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul, mengatakan proses pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani saat ini terus dilakukan agar penyelesaiannnya sesuai target.

Wendo menjelaskan untuk Paket I yang mencakup akses jalan menuju terminal baru, sudah selesai 100 persen. Demikian juga Paket II yang mencakup jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat juga sudah selesai 100 persen.

Sementara Paket III yang terdiri sari terminal penumpang selesai 63 persen dan Paket IV baru selesai 10 persen,” ungkapnya.

Tentunya, sebelum bisa dioperasionalkan bandara itu akan dilakukan verifikasi antara lain oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan keamanan dan kenyamanan sesuai aturan berlaku.

Luasan apron terminal baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo.

Bandara Ahmad Yani nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri untuk mendukung kegiatan khususnya bagi warga Jawa Tengah.(helmi)