Angkasa Pura 2

Pada Pengemudi Taksi Online, Jojo: Pengemudi Harus Profesional dan Terus Dibiasakan

Aksi Polisi Koridor SDMKamis, 22 Maret 2018
IMG-20180322-WA0037

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Pengemudi angkutan umum, termasuk taksi  online dan taksi konvensional harus mempunyai sikap, perilku yang baik  serta jiwa melayani. Namun mereka tetap profesional  dalam menjalankan tugasnya,  dan siap membawa penumpang  sampai tujuan.

“Profesionalisme pengemudi angkutan umum harus ada yang dibuktikan dengan memiliki SIM A Umum. Tapi tak cukup hanya berhenti disitu, mereka harus terus belajar  dan mengasah kemampuan dalam mengemudi,” kata Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Perhubungan  (Kemhub) saat meninjau Ujian SIM A Umum di Satlantas  Polrestabes Semarang, Kamis (22/3/2018).

Pengemudi angkutan umum, lanjut dia,  harus bisa mengemudi dengan  baik serta teknik-teknik membawa kendaran yang benar.  “Bagaimana dan perilaku yang benar saat mengemudi itu harus terus dilatih dan dibiasakan,” pesan Jojo, sapaab akrab dia di depan pengemudi  taksi online yang menunggu antrean ujin SIM A Umum itu.

Dia menambahkan, saya sudah bisa mengemudi mobil sejak SMA. Tapi setelah beberapa tahub ikut ujian safety driving belum langsung lulus. Pasalnya, ada beberapa sikap, perilaku dan tata cara mengemudi yang kurang benar.

Jojo memberikan contoh, posisi tangan yang bebar saat mengemudi adalah pada jam 10: 14. “Dengan begitu, tangan kanan dan kiri bisa berfungsi optimal jika akan melakukan fungsi lain seperti menghidupkan wiper, lampu sign, bahkan rem tangan dan lainnya,” paparnya lagi.

Selain itu, terang dia, seorang pengemudi angkutan umum juga harus jujur, melayani dengan baik dan  penuh tanggung jawab. “Selain itu juga tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan transportasi,” kilah dia.

IMG-20180322-WA0038

Keselamatan dan Kepuasan

Lebih lanjut dia memaparkan, putra saya juga sering menjadi pengguna taksi online atau taksi tertentu. “Tapi  tetap harus hati-hati. Jangan sampai membahayakan diri dan masyarakat lainnya,” urai Jojo.

Dia juga menambahkan, di Jakarta terlebih bagi kaum perempuan tertentu tak akan naik taksi kecuali dari perusahaan tertentu. “Hal itu terjadi karena mereka memberikan pelayanan terbaik,   selamat, aman dan nyaman,” sebut dia.

“Ada barang penumpang yang tertinggal  di taksi pun tetap amann disimpan dan akan dikembalikan pada peniliknya. Itulah sebabnya ada kelompok masyarakat yang fanatik pada taksi tertentu dan tak beralih ke lain hati,” sehut Jojo.

Profil taksi sepertii ituah yang perlu dicontoh. Rezeki tak akan kemana. Tidak sedikit penumpang memberikan tips dalam jumlah besar. Itu terjadi karena merasa puas dan dilayani dengan baik,” tegas Jojo.(helmi)