Angkasa Pura 2

YLKI Desak Kemhub dan Polri Terapkan PM No.108/2017 Secara Tegas

Aksi Polisi KoridorJumat, 23 Maret 2018
Tulus Abadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Terbunuhnya Yun Sisca Rokhani oleh oknum pengemudi taksi online, adalah klimaks atas berbagai kasus tindak kekerasan pengemudi taksi online pada konsumennya.

“Sebelumnya, sebagaimana diberitakan via media masa, sudah banyak terjadi tindak kekerasan, penodongan, dan bahkan pemerkosaan kepada konsumennya,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, kemarin.

Terhadap kejadian seperti ini, menurut dia, patut diperingatkan dengan keras, “Bukti bahwa secara managerial taksi online tidak mempunyai standar keamanan dan keselamatan untuk melindungi konsumennya. Misalnya, tidak ada akses telepon “call center” untuk penanganan pengaduan,” kata Tulus.

Dia melanjutjab, bukti bahwa perusahaan aplikasi taksi online tidak mempunyai standar yang jelas dalam melakukan rekruitmen kepada pengemudinya.

“Hal ini juga menjadi bukti nyata adalah mitos belaka bahwa taksi online lebih aman daripada taksi meter,” kritik Tulus lagi. 

Oleh karena itu, YLKI mendesak Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk secara tegas dan konsisten mengimplementasikan Permenhub (PM) No. 108/2017 secara tegas dan adil, kalau perlu memperkuatnya.

“Permenhub tersebut masih terlalu longgar. Harus dibuat Permenhub yang sejalan dengan misi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni hak konsumen untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan saat menggunakan taksi online,” tukas Tulus.

Kepada konsumen, saran YLKI, khususnya konsumen perempuan agar berhati-hati menggunakan taksi online, seperti jangan sendirian, jangan mengorder taksi online terlalu malam/dini hari.

“Dengan bahkan bisa jadi lebih aman menggunakan taksi meter yang mempunyai reputasi baik,” tandas Tulus.(helmi)

loading...