Angkasa Pura 2

Djoko: Jika Perlu Berikan Jalur Khusus Angkutan Barang di Ruas Tol Dalam Kota

Koridor OtomotifSabtu, 24 Maret 2018
Djoko-Setijowarno MTI

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Batas kecepatan  di jalan tol ditetapkan paling rendah 60 km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 km/jam untuk jalan bebas hambatan (pasal 3 UU Jalan Tol).

Demikian disampaikan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko  Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Jika perlu, lanjut dia, berikan jalur khusus angkutan barang di ruas tol dalam kota Jakarta, terutama ruas Tol Cikampek-Jakarta.

Selanjutnya, usul Djoko, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat diberi kompensasi masa konsesi ditambah atau menaikkan tarif tol untuk kendaraan pribadi.

Jangan tanggung-tanggung jika mengeluarkan kebijakan.  “Kebijakan ini diyakini bisa mengatasi ODOL,” kilah Djoko.

“Selain juga mengurangi jalan cepat rusak, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, melancarkan arus lalu lintas di tol sesuai SPM Jalan Tol,” papar Djoko.

Namun, apakah mau menerima kebijakan ini?  Jika, maka semua pihak harus komitmen untuk taat dan merealisasikannya.

“Para pemilik barang yang lima diantaranya adalah BUMN. Sesuai data di Jaaa Marga tercatat paling banyak melanggar batas muatan (overload),” tegas Djoko.(helmi)