Angkasa Pura 2

Organda Usul Truk Pengangkut Komoditas Ekspor-Impor Dapat Dispensasi Tetap Dizinkan Beroperasi

Ekonomi & Bisnis KoridorKamis, 29 Maret 2018
images-20

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha anggota Organda komitmen mematuhi PM 18 tahun 2018. Namun berharap pemerintah memberi perkecualian untuk truk pengangkut bahan bangunan dan material industri yang sifatnya pekerjaan 24/7 atau 24 jam aehari dan 7 hari seminggu.

“Organda dan pelaku industri memohon perkecualian untuk truk pengangkut barang ekspor (tetap beroperasi), terlebih lagi karena Presiden Jokowi sudah meminta untuk ‘menggenjot’ kinerja eskpor,” kata Ketua DPP Organda Ivan Kamadjaja menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Seperti kita ketahui, kata dia, mulai 12 Maret 2018 Pemerintah menerbitkan PM 18 Tahun 2018 tentang pengaturan lalu lintas selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

“Kebijakan ini masih menjadi sorotan penting bagi banyak pihak karena hasilnya akan menjadi contoh bagi peraturan di area-area lain di Indonesia,” terang Ivan.

Mewakili DPP Organda Angkutan Barang, kami ingin menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan evaluasi antara lain; 

Organda menhimbau dan memandang perlu  ada dorongan ke masyarakat untuk beralih ke angkutan umum.  Kini angkutan umum sudah semakin baik.  Selain bus Transjakarta, angkutan feesernya juga bagus.

Sebut saja, bus TransJabodetabek Premium, RoyalTrans, Transjabodetabek Reguler serta bus reguler yang melayani berbagai titik di wilayah Jabodetabek.

“Penggunaan angkutan umum ini akan sangat mengurangi volume mobil di ruas tol dan akhirnya tingkat kemacetan di sana. Implikasinya, angkutan barang serta logistik nasional akan semakin  cepat dan efsien pula,” tegas Ivan lagi.(helmi)

Foto: ilustrasi

loading...