Angkasa Pura 2

Aptrindo: Sistem Genap Ganjil di Tol Japek Tidak Kurangi Kemacetan

KoridorSenin, 2 April 2018
IMG-20180402-WA0004-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
-Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai uji coba pengaturan lalu lintas truk dan kendaraan pribadi dengan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek (Japek) hasilnya tidak signifikan sekaligus tidak memecahkan masalah kemacetan di tol Jakarta-Cikampek.

Pasalnya, penurunan kendaraan rata-rata hanya 0,7% atau kurang/lebih 17.000 kendaraan saja per-hari, kata Direktur Eksekutif Aptrindo, Johannes Samsi Purba, Senin (2/4/2018).

Padahal volume kendaraan yang menggunakan tol Japek sudah mencapai lebih dari 320.000 per hari. Sementara kapasitas hanya 92.000 kendaraan per hari.

Ini berarti target awal penurunan jumlah kendaraan sebesar 80.000 kendaraan (25%) per-hari jauh dari harapan sekaligus menunjukkan permasalahan di tol Japek yaitu volume kendaraan sudah sangat tinggi dan di dominasi oleh kendaraan Gol. 1 atau kendaraan pribadi.

Dengan demikian, kata Johannes, solusi yang paling mendekati adalah dengan mengurangi volume kendaraan yang ada di jalan tol Japek.

Johannes mengatakan yang dapat melakukan hal ini tentu pemerintah dengan cara mengedukasi dan mendorong masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum (shifting).

Solusi yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat shifting ke transportasi massal sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah sebagai berikut:

1. Penerapan Congestion Charging (CC) di ruas tol Jakarta-Cikampek.
2. Penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di ruas protokol,
3. Menambah jumlah bus angkutan massal yang melayani banyak titik di dalam kota.

Kriteria bus tersebut yaitu jumlahnya cukup, aman, nyaman, ber AC, jadwal tepat waktu (punctual schedule), melayani banyak titik dengan rentang waktu layanan dari jam 05.00-00.00 sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat. (wilam)

loading...