Angkasa Pura 2

Bandara Halu Oleo Bangun Terminal Kargo dengan Bermitra

BandaraSenin, 2 April 2018
IMG-20180402-WA0072

IMG-20180402-WA0064

KENDARI (BeritaTrans.com) – Dalam rangka mewujudkan kelancaran proses kargo dan pos (keberangkatan dan kedatangan) serta terpenuhinya keamanan dan keselematan penerbangan (Service Level Agreement) di Bandar Udara Halu Oleo Kendari telah dilakukanmelakukan pembenahan-pembenahan.

Gedung terminal kargo yang memiliki luas 1.000 M2 pun akhirnya dibenahi dengan menata kembali, termasuk di dalamnya pembenahan ruang perkantoran dan ruang pelayanan costumer serta peralatan keamanan penerbangan.

Saat itu terminal kargo sangat kurang layak dengan keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana, outgoing dan ingoing yang belum tertata rapih, dan masih banyak kekurangan di sana sini.

Mengingat tidak tersedianya anggaran untuk melakukan kegiatan pembenahan terminal kargo, kata dia, maka pihaknya berinisiatif menggelontorkan konsep Membangun Dengan Bermitra.

“Kami telah melakukan Seleksi (Beauty Contest) kepada para penyelenggara pelayanan terminal kargo yang telah memiliki Sertifikat Operasi Jasa Terkait Bandar Udara Bidang Pelayanan Kargo & Pos dari Menteri Perhubungan untuk melakukan investasi termasuk membangun sistem IT yang berkaitan dengan bisnis proses pelayanan terminal kargo guna peningkatan kinerja dan perbaikan pelayanan,” tutur Kepala Bandara Kelas I Halu Oleo Rudi Richardo di Kendari, Senin (2/4/2018).

IMG-20180402-WA0067

Berdasarkan hasil seleksi itu, Angkasa Pura Logistik yang merupakan salah satu peserta seleksi telah ditetapkan sebagai Penyelenggaraan Pelayanan Terminal Kargo dalam bentuk pola kerja sama yang saling menguntungkan.

Pada 1 Januari 2018, menurut Rudi, Angkasa Pura Logistik (setelah melakukan investasi dalam bentuk penyelesaian pembenahan terminal kargo senilai +/- Rp3 miliar dan menyerahkan hasilnya untuk menjadi milik Bandara Halu Oleo Kendari) telah bertindak sebagai Penyelenggaraan Pelayanan Terminal Kargo.

“Pembenahan terminal kargo telah menunjukan hasil, selain telah mengikuti regulasi yang berlaku, juga telah terjadi peningkatan yang signifikan, yakni dari total produksi kargo bongkar dan muat +/- 15.000 Kg per hari saat ini telah menjadi +/- 23.000 Kg per hari,” urai dia.

Disamping peningkatan produksi kargo, maka dengan dipergunakannya seluruh area terminal kargo, telah terjadi juga peningkatan signifikan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Tahun 2017, penerimaan PNBP sebesar Rp300 juta, pada tahun ini kami menargetkan memeroleh PNBP hingga Rp1 miliar,” kata dia. (omy)