Angkasa Pura 2

Kemenhub Buka Posko Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan

DermagaSelasa, 3 April 2018
images (21)

BALIKPAPAN (beritatrans.com) – Sebagai tindak lanjut atas terjadinya tumpahan minyak di perairan Pelabuhan Semayang Balikpapan pada hari Sabtu (31/3/2018) lalu, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut segera membentuk Posko Koordinasi Penanggulangan Pencemaran Minyak di Terminal Umum Semayang Balikpapan.

Mission Commander Tier 1 Penanggulangan Pencemaran (Koordinator Misi Tier 1) adalah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Sanggam Marihot.

Pembentukan Posko Koordinasi tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Pencemaran Minyak di Perairan Balikpapan pada Senin (2/4/2018) di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan yang dihadiri oleh instansi terkait penanggulangan pencemaran serta stakeholder terkait lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut juga disimpulkan bahwa hingga saat ini PT. Pertamina Balikpapan, Kementerian ESDM, KNKT, Kementerian Lingkungan Hidup, Kantor KSOP Kelas I Balikpapan dan instansi terkait lainnya belum dapat memastikan sumber dan penyebab tumpahan minyak dan titik api di Teluk Balikpapan tersebut karena proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana seluruh instansi terkait dapat saling berkoodinasi dan berkonsolidasi untuk bahu membahu menanggulangi tumpahan minyak tersebut agar tidak semakin meluas,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt. Rudiana saat melakukan tinjauan langsung ke lokasi tumpahan minyak didampingi Kepala KSOP Kelas I Balikpapan dan General Manager PT. Pelindo Balikpapan pada hari ini, Selasa (3/4/2018).

Sementara terkait dengan kegiatan opersional kapal PT. Pertamina Balikpapan yang akan melakukan loading di dermaga PT. Pertamina, lanjut Capt. Rudiana, harus dipastikan bahwa kegiatan loading kapal, kapal yang berlayar dan berlabuh terlaksana dengan baik dan aman.

Capt. Rudiana juga meminta kepada masing-masing instansi terkait agar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok atau barang-barang yang dapat memicu percikan api di perairan Balikpapan.

“Masyarakat juga harus menyadari untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, misalnya dengan tidak membuang puntung rokok atau barang-barang lain yang dapat memicu percikan api di laut karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak berhati-hati,” tegasnya.

Sebelumnya, pada hari-H setelah kejadian tumpahan minyak tersebut (31/3/2018), Kantor KSOP Balikpapan langsung mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengisolasi tumpahan minyak tersebut agar tumpahannya tidak meluas dengan mengerahkan beberapa kapal patroli KPLP, kapal pandu milik PT. Pelindo, serta berbagai peralatan penanggulangan pencemaran yang dimiliki pleh perusahaan dan instansi terkait yang memiliki peralatan tersebut.

“Perusahaan dan instansi terkait yang memiliki peralatan penanggulangan pencemaran seperti Oil Boom, Oil Skimmer dan Dispersant Pum Sprayer agar membantu penanggulangan pencemaran tumpahan minyak serta selalu berkoordinasi di posko yang telah disiapkan,” pungkas Capt. Rudiana.(aliy)

loading...