Angkasa Pura 2

Kapal KPLP KN 349 Pantau Pembersihan Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan

DermagaRabu, 4 April 2018
IMG_20180404_192733

IMG20180404151954

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Musibah tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur yang terjadi pada 31 Maret 2018 masih mendapat perhatian berbagai pihak, tak terkecuali Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut, terdapat tiga tahapan/tingkatan pelaksanaannya.

“Tier 1 (tingkat lokal), Tier 2 (tingkat daerah) dan Tier 3 (tingkat nasional). Untuk kejadian di Balikpapan masih dikategorikan dalam penanganan Tier 1 dengan Mission Coordinator Syahbandar pelabuhan setempat,” jelas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) selaku Asisten Ketua Puskodalnas yang diwakili Kepala Seksi Penanggulangan Musibah Anung Trijoko di Balikpapan, Rabu (4/4/2018).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembersihan tumpahan minyak di perairan mengerahkan lima set oilboom dan tugboat.

Selain itu juga dilakukan pemantauan pelaksanaaan pembersihan menggunakan kapal patroli KPLP kelas III KN. 349.

Bersama delapan awak kapal, setiap harinya KN.349 melakukan pengawalan dan pantauan untuk memastikan tumpahan minyak di perairan Balikpapan habis dibersihkan.

IMG_20180404_192859

“Kami bertugas 12 jam dalam sehari untuk pemantauan dan pengawalannya,” ujar Nakhoda KN. 349.

Sejak pembersihan dilaksanakan, menurutnya perkembangannya sangat cepat dan besar. Perairan Balikpapan sudah mulai kembali bersih dari tumpahan minyak.

Ditargetkan pembersihan rampung dalam empat hari sejak pelaksanaannya. Kemenhub fokus untuk keselamatan dan keamanan perairan dan pelayaran. (omy)

loading...