Angkasa Pura 2

Polisi: Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan dari Pipa Pertamina Berusia 20 Tahun

Dermaga Kelautan & PerikananRabu, 4 April 2018
IMG_20180404_214736

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Kasus tumpahan minyak Teluk Balikpapan yang juga menyebabkan terjadinya kebakaran dan menelan korban jiwa serta mencemari lautan diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim.

Hasil penyelidikan, minyak di perairan itu berasal dari pipa milik Pertamina RU V yang terputus.

Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alfiani mengatakan, penyelidikan yang dilakukan kepolisian bekerja sama dengan Pertamina menemukan adanya bagian pipa minyak yang terputus.

Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pascakejadian terbakarnya Teluk Balikpapan dan Kapal Ever Judger, pada Sabtu 31 Maret lalu.

e679f86c-7091-4285-923d-e3d29e0f9d7f_169

Kombes Pol Yustan menjelaskan, pipa yang terputus itu di bagian arah Jalur Lawe-Lawe menuju kilang minyak di Balikpapan. Pipa minyak itu telah berusia 20 tahun dengan ketebalan 12 mili, berdiameter 20 inchi, yang terbuat dari baja.

Saat kejadian pipa itu terseret dari posisi semula hingga sepanjang 100 meter, sampai akhirnya terputus. Pipa itu mengalami kerusakan dan putus pada kedalaman 20 hingga 25 meter di bawah lautan.

“Awalnya kami menyelidiki dari mana asalnya minyak sebanyak ini. Dari hasil penyelidikan ini, ditemukan ada pipa milik Pertamina yang terseret hingga terputus. Dari situlah cairan itu (minyak) berasal. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab putusnya pipa itu,” ujar Yustan, Rabu (4/4/2018).

Dia menegaskan, masih mendalami kasus itu untuk mengungkap faktanya. Sebab tempat kejadian perkara (TKP) berada di dasar laut dan butuh waktu untuk mengolahnya. “Kami juga akan memanggil saksi ahli untuk kasus ini,” tuturnya.

Yustan melanjutkan, hingga saat ini sudah memeriksa sebanyak 11 saksi atas kasus tersebut. Mereka di antaranya nahkoda Kapal Ever Judgers, agen kapal, keluarga korban tewas, nelayan, KSOP Balikpapan, tiga motoris speedboat yang ada di TKP, seorang dari Pertamina dan Pelindo Balikpapan.

Atas putusnya pipa minyak itu, sekitar 300 barel minyak pun menggenangi perairan di Teluk Balikpapan hingga menyebabkan terjadinya kebakaran yang menelan lima korban jiwa.

Meskipun pipa milik Pertamina telah dipastikan sebagai penyebab asal tumpahan minyak, namun pihak kepolisian masih menetapkan statusnya sebagai saksi atas kasus tersebut.

Pengembangan proses hukum saat ini ditingkatkan dari proses penyelidikan ke penyidikan, namun belum ada penetapan tersangka.