Angkasa Pura 2

Kasus Kecelakaan Laka Lantas Naik Tapi Jumlah Korban Turun

KoridorJumat, 6 April 2018
IMG-20180406-WA0001

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya naik 5,26% dari 100.106 kasus di tahun 2013 menjadi 105.374 kasus di tahun 2016. Namun jumlah korban kecelakaan turun 2.11% dari 26.416 orang tahun 2013 menjadi 25.859 orang di tahun 2016.

Demikian disampaikan Direktur Pembinanan Keselamatan (Ditbinkes), Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Ahmad Yani, ATD, M.Sc dalam seminar mengenai keselamatan transportasi jalan yang dihelat DPP Organda dan Hino Motor Indonesia di Tangerang, Kamis (5/4/2018).

Dalam kasus kecelakaan lalu lintas jalan, jelas Ahmad Yani, paling banyak melibatkan sepeda motor yaitu 73,90% tahun2016 atau naik dari 71.55% di tahun 2013. Sementara, angkutan umum mobil haya sekitar 15%.

Sedang dari sisi usia korban paling banyak antara 16-40 tahun, sebanyak 52,17% di tahun 2016, atau turun dari 57.56% di tahun 2013.

Dari data tersebut, jelas Ahmad Yani diketahu, rata-rata ada 3 orang meninggal dunia dari setiap 4 kejadian kecelakaan.

Dalam paparannya itu Ahmad Yani menegaskan, pihaknya akan melakukan perbaikan dalam sistem pengujian kendaraan bermotor. “Tujuannya adalah untuk memastikan, sarana kendaraan yang dioperasikan laik jalan,” terang dia.

Aksi di Lapangan

Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Pembinanan Keselamatan terus melakukan program aksi di lapangan untuk menurunkan kasus kecelakaan dan korban jiwa yang ditimbulkan.

Program yang dilakukan di lapangan adalah dengan pemerksaan kendaraan angkutan umum atau rhamp check. Inspeksi keselamatan pengujian kendaraan bermotor.

“Berikutnya inspeksi keselamatan kepada bengkel karoseri, dan terakhir pengawasan muatan dan dimensi kendaraan (ODOL),” tukas Ahmad Yani lagi.

Dia menyebutkan, dalam operasi pemeriksaan selama tiga bulan di 7 UPPKB di Indonesia, ditemukan 78% kendaraan angkutan barang melakukan pelanggaran baik dimensi dan muatan atau overload.

“Dari pemeriksaan di 7 UPKB, diketahui ada 133.954 kendaraan yang melintas. Sayang, dari jumlah tersebut sebagian besar melanggar batas muatan dan dimensi kendaraan,” terang Ahmad Yani.

Untuk meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mencegah kerusakan jalan lebih cepat dari usia teknisnya, menurut Ahmad Yani, pihaknya mengajak semua pihak termasuk Organda dan APM (agen pemegang merk), karoseri dan lainnya untuk taat dan patuh pada UU.

“Jika mereka komit tak melajukan pelanggaran termask ODOL serta awak angkutan disiplin berlalu lintas, kita optimis mampu meningkatkan keselamatan transportasi di jalan raya. Dalam usaha transportasi, keselamatan harus menjadi fokus utama. Tak ada artinya untung besar tapi tidak selamat,” tegas Ahmad Yani.(helmi)

loading...