Angkasa Pura 2

Umar Aris Ajak Kelola dan Olah Sampah Laut Menjadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Dermaga SDMSenin, 9 April 2018
IMG-20180406-WA0023

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pencemaran laut di Indonesia harus segera diatasi dengan baik dan secara berkelanjutan. Jangan sampai wilayah laut Indonesia makin kotor bahkan menjadi stigma negatif bagi insan maritim di dunia.

“Sampah yang mencemari laut harus dicegah, kalau sudah terjadi pun perlu diolah dengan sentuhan teknologi agar menjadi komoditas yang layak dijual dan bernilai ekonomi,” kata Staf Ahli Menhub Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Dr. Umar Aris menjawab Beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Hasil seminar tentang pencemaran laut di Makassar, Sulawesi Selatan, lanjut Umar, disepakati agar sampah laut dikelola dan diolah menjadi produk tertentu. “Ini tentu harus dilakukan oleh orang ahli, tentunya dengan melibatkan teknologi yang baik dan tepat guna,” katanya menambahkan.

Meski begitu, menurut dia, sanksi hukum harus ditegakkan terutama pada para pihak yang terbukti melakukan pencemaran laut atau membuang sampah sembarang. “Ini betuk pelanggaran UU dan hukum harus ditegakkan,” sebut Umar.

Sesuai UU No.17/2018 tentang Pelayaran, menurut Umar, salah satu intinya adalah perlidungan lingkungan maritim. Masalah ini menjadi bagian dari tupoksinya Kementerian Perhubungan
(Kemhub). “Meski diakui, Kemhub harus bekerja sama da bersinergi degan para ahlinya,” jelas pejabat Kemhub itu lagi.

Dia mengaku memang bukan ahlinya tentang sampah atau teknologi tepat guna untuk mengolah sampah laut baik sampah plastik. “Namun, dia menyakini ada teknologi tertentu yang bisa mengolah sampah laut menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” tukas Umar.

Ajak Akademisi Atasi Sampah

Oleh karena itu, Umar mengajak seluruh komponen dan unsur di Kemhub termasuk para Kepala UPT di daerah untuk berfikir bersama dan mencari solusi pananganan sampai laut khususnya di wilayah kerja masing-masing.

“Perlu duduk bersama, termasuk dari ahli iptek untuk mencari cara dan mengolah sampah di laut menjadi komoditas yang layak dijual secara ekonomi,” tukas Umar.

Para akademisi dan civitas academika di Tanah Air, tambah Umar Aris, perlu diajak bersama-sama untuk mengatasi dan mengelola sampai di laut dan daerah lain di Tanah Air.

“Perang melawan sampah harus dimulai dan dilakuka bersama-sama. Jangan sampai sampai terus membebani dan menjadi momok yang ditakutkan semua pihak,” tegas Umar Aris.(helmi)