Angkasa Pura 2

Bandara APT Pranoto Tingkatkan Konektivitas di Samarinda

BandaraSelasa, 10 April 2018
IMG-20180410-WA0045

IMG-20180410-WA0046

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Sungai Siring, Samarinda, Kalimantan Timur, sebentar lagi akan beroperasi penuh. Sarana dan prasarananya sudah siap untuk difungsikan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso didampingi Kadishub Provinsi Kaltim Salman Lumoindong, Kepala UPBU Temindung Wahyu Siswoyo, dan Kepala BMKG Balikpapan meninjau bandara tersebut.

“Saya juga minta pihak yang terkait seperti Pemerintah Daerah, Pengelola Bandara, AirNav dan BMKG terkait perkembangan pembangunan bandara dan kemudian secara langsung meninjau sisi udara dan darat,” ujar Agus di Samarinda (8/4/2018) dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (10/4/2018).

Menurut Agus, Bandara APT Pranoto sudah siap beroperasi, tinggal finalisasi verifikasi untuk mendapatkan Sertifikat Bandara yang prosesnya akan diselesaikan sebelum bandara beroperasi. Hal ini juga terkait Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC) Aeronautical Informations Publication (AIP) Supplement no 11/ 18 pada 29 Maret 2018 tentang pengoperasian Bandara APT Pranoto yang akan dimulai pukul 00.00 UTC atau pukul 08.00 WITA pada 24 Mei 2018.

Bandara APT Pranoto sudah mulai dibangun tahun 2011 dan terminal selesai pada tahun 2013 oleh Pemprov Kalimantan Timur. Fungsi dari bandara belum lengkap karena belum ada bangunan sisi udara diantaranya belum ada taxiway, belum ada appron, belum ada runway, belumada pemadam, kebakaran, belum ada peralatan pemadam kebakaran, bahkan listrikpun belum ada pada waktu itu.

“Boleh dikatakan bandara tersebut mandeg. Baru pada awal 2015 bandara ini dibangun kembali dengan menyelesaikan bangunan sisi udara secara bertahap, kemudian tahun 2016 diikuti dengan penyerahan bandara ini dari Gubernur Pemda Kalimantan Timur kepada Ditjen Hubud untuk dikembangkan dan dioperasionalkan lebih lanjut di lebih lanjut,“ urai dia.

Menurut Agus, pengoperasian Bandara APT Pranoto sangat mendesak untuk pengembangan konektivitas penerbangan di Samarinda. Hal tersebut mengingat Bandara Temindung Samarinda Lama yang ada saat ini sudah tidak dapat dikembangkan. Panjang landasan yang berukuran 1.040 m x 23 m hanya bisa melayani pesawat sekelas ATR 42 dengan restriksi khusus.

Landasan tidak bisa diperpanjang karena terletak di tengah permukiman padat kota Samarinda. Selain itu kompleks Bandara Temindung juga menjadi daerah langganan banjir.

“Sebagai ibukota propinsi yang terus berkembang, Samarinda seharusnya mempunyai bandara yang representatif. Bandara APT Pranoto yang runway-nya berukuran 2.250m x 45 m ini bisa melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320, sehingga bisa melayani penerbangan jarak dekat dan jauh untuk membangun konektivitas penerbangan,” ungkap Agus.

Kadishub Kaltim Salman Lumoindong menyatakan pihaknya akan mengembangkan sumber daya yang tergantikan, untuk mengganti sektor pertambangan sebagai pendapatan asli daerah.

“Dulu kita mengandalkan pertambangan namun terbukti sekarang mulai habis. Sekarang kita akan ganti dengan sumber daya tergantikan seperti pariwisata. Bandara ini nantinya bisa mengantarkan wisatawan dari luar negeri ke tempat-tempat wisata eksotik seperti Derawan dan sebagainya,” ujarnya. (omy)