Angkasa Pura 2

Djoko: Perlu Dibuat Aturan Batas Maksimal Menggunakan Jalan Raya

Aksi Polisi KoridorSelasa, 10 April 2018
Djoko-  Orchard

JAKARTA (BeriaTrans.com) – Kajian yang dilakukan Rodrigue (2006), efektif jika jarak tempuh 500 km untuk angkut barang paling efektif dengan  moda jalan raya. Menggunakan moda KA di kisaran 500-750 km dan selebihnya menggunakan harus transportasi laut.

“Hal ini juga nampak dari kendaraan barang yang muatannya lebih, rata- rata jarak tempuhnya lebih dari 500 km. Oleh sebab itu perlu dibuat aturan batas maksimal menggunakan jalan raya,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Seogijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTras.com di Jakarta, Selasa (10/4/2018).
 
Selebihnya, lanjut dia, angkutan barang diharuskan melalui jalan rel atau laut. Menggunakan jalan rel memang ongkos angkut lebih mahal. Namun, karena  ada ketentuan kena pajak 10% untukmoda kereta api, maka harganya lebih mahal,” jelas Djoko.
 
Pengenaan PPN 10% untuk angkuatn barang di KA sebaiknya ditiadakan, sehingga ongkos angkut bisa lebih murah. Jika perlu ada subsidi seperti halnya dengan menggunakan kapal Ro Ro. “Jadi, ada kesetaraan ongkos yang dikenakan untuk semua moda transportasi,” kilah Djoko.

Di sisi lain, minat angkutan barang lewat laut harus dipermudah. Sekarang sudah ada subsidi operasional untuk angkutan barang melalui kapal Ro Ro. “Tetapi masih ada pungli di sekitar kawasan pelabuhan, sehingga jadi mahal pula,” sebut Djoko.
 
Pungli di Pelabuhan

Menurutnya, kawasan pelabuhan harus bebas dari praktek pungli. Dirjen. Perhubungan Laut harus tegas dan berani menghilangkan praktek pungli di kawasan pelabuhan. Truk barang di pelabuhan dijamin aman dan nyaman.
 
Di pelabuhan juga harus ditempatkan jembatan timbang, agar muatan yang diangkut menggunakan kapal juga tidak berlebihan. Dengan masih membiarkan muatan lebih pada truk barang melalui laut, juga kurang menguntungkan.
 
“Target jumlah truk yang diangkut tidak sesuai kapasitas kapal. Tapi bukan berarti lewat laut kemudian disubsidi, lantas boleh muatan lebih asal menggunakan kapal,” kilah Djoko lagi.

Oleh karenanya, saran Djoko, Pengawasan di jembatan timbang diperketat sesuai aturan. Tetapi pemilik barang dapat mengagkut barangnya menggunakan jalur kereta atau laut.
 
“Asalkan ongkos melalui jalur kereta maupun laut setara dengan jalan raya, dipastikan pemilik barang tidak memaksa perusahaan transportasi barang lewat jalan raya,” tegas Djoko.(helmi)

loading...