Angkasa Pura 2

Ini Beberapa Komoditas yang Tetap Diizinkan Melintas Pada Masa Lebaran 2018

Koridor OtomotifJumat, 13 April 2018
Polri kawal truk tangki BBM

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembatasan truk angkutan berat pada  masa Lebaran 2018 akan berlaku umum. Namun ada beberapa kendaraan  dengan komoditas tertentu dan menguasai hajat hidup orang banyak dikecualikan dan tetap diizinkan  melintas.

“Pembatasan kendaraan angkutan barang ini dikecualikan bagi pengangkut Bahan Bakar Minyak dan Gas, pupuk, bahan pokok, ternak, susu murni, bahan antaran pos dan uang serta barang ekspor/ impor dari lokasi home industry dan atau sebaliknya ke pelabuhan ekspor/ impor,” kata Dirjen Perhubungan  Darat (Hubdat) Budi Setiyadi di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

 Oleh karena itu, lanjut dia, “Mohon truknya ada sign khusus sehingga mempermudah petugas kepolisian, jadi tidak perlu dicek satu per satu.”

“Pengangkut air minum dari Sukabumi ke Jakarta misalnya, mereka  harus diantisipasi dengan dikirim seawal mungkin ke Jakarta,” himbau Dirjen Budi untuk mempermudah teknis pelaksanaan kebijakan pembatasan kendaraan barang tersebut.

Rapat lintas instansi ini juga membahas mengenai manajemen rest area, penyediaan rambu atau marka pentunjuk arah, serta penyiapan jalur alternatif yang akan dilanjutkan dengan pembahasan bersama kepolisian.

“Mohon dibantu untuk pelaksanaan ramp check di terminal- terminal, karena akan kami lakukan pengecekan secara masif, termasuk kondisi pengemudinya.” pungkas Dirjen Budi.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh berbagai kementerian seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Dalam Negeri.

Selain dari Kementerian, hadir pula perwakilan dari beberapa instansi seperti Ombudsman, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), beberapa Direktur Utama BUMN, Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) serta pemangku kepentingan lainnya.(helmi)

Foto: ilustrasi