Angkasa Pura 2

Kenaikan Penumpang Udara Diprediksi Naik 10 Persen di Libur Lebaran 2018

Bandara KokpitJumat, 13 April 2018
IMG_20180405_103529

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kenaikan jumlah penumpang dengan moda transportasi udara diperkirakan mencapai 10 persen pada libur Lebaran 2018 Juni mendatang.

Prediksi penumpang pesawat udara lebaran 2018 periode H-7 sd H+7 mencapai 5.870.823 penumpang. Terdiri dari penumpang domestik sebanyak 5.001.286 penumpang dan untuk penumpang internasional sebanyak 869.537.

“Jumlah ini meningkat dibanding lebaran tahun 2017 dimana total penumpang 5.299.513 dengan pembagian domestik sebanyak 4.578.204 penumpang dan 721.309 internasional,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018 di Ruang Nanggala Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jumat (13/4/2818).

Rapat Koordinasi dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan dihadiri Perwakilan dari Kepolisian, ASDP, BMKG, Kementerian PU, Jasa Marga, Jasa Raharja, Ombudsman, dan lainnya. Rakor juga dihadiri jajaran internal Kemenhub seperti Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, dan lainnya.

Menurut Agus meski ada prediksi kenaikan jumlah penumpang, masyarakat tidak perlu cemas. Hal itu karena kapasitas tempat duduk pesawat yang disediakan dalam kurun waktu dua minggu masa angkutan Lebaran (angleb) melebihi jumlah prediksi dari kenaikan total penumpang.

“Untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap penumpang, maka kapasitas tempat duduk yang disediakan maskapai penerbangan melebihi prediksi total jumlah penumpang. Kami menambah 5% kursi dari total penerbangan reguler domestik dan internasional. Untuk penerbangan reguler domestik, kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 5.996.342 kursi. Sedangkan untuk penerbangan internasional kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 1.212.670 kursi, “ urai dia.

Kapasitas tempat duduk tersebut akan dilayani oleh 541 pesawat dari maskapai nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia.

Untuk menunjang hal itu, pihaknya mempermudah pemberian izin ekstra flight untuk maskapai, sehingga kapasitas kursi pada peak season ini akan terpenuhi. Maskapai disilahkan mengajukan ekstra flight, semakin cepat semakin baik.

Disisi lain, Agus juga menyatakan akan mengawasi penjualan harga tiket pesawat sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tidak ada penyimpangan yang merugikan masyarakat.

“Jika permintaan melonjak, biasanya harga tiket juga akan ikut naik. Kami akan terus mengawasi sehingga harga tiket sesuai dengan PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Jika ada maskapai yang melanggar, kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi,” tutur Agus. (omy)