Angkasa Pura 2

Pimpin Rakor Angleb, Menhub: Angkutan Lebaran 2018 Perlu Peran Aktif Semua Pihak

KoridorJumat, 13 April 2018
IMG-20180413-WA0039

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Dalam rangka peningkatan pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan transportasi selama masa Angkutan Lebaran 2018, Kementerian Perhubungan melaksanakan Rapat Koordinasi bersama para pemangku kepentingan, Jumat (13/4/2018) pagi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan dalam sambutan pembukanya bahwa Angkutan Lebaran 2018 memerlukan peran aktif semua pihak. “Meski demikian, wilayah kerja yang paling penting dilakukan koordinasi adalah angkutan darat,” ujar Menteri Budi.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, turut memaparkan beberapa kebijakan yang diterapkan terkait Angkutan Lebaran 2018, salah satunya yaitu pembatasan operasional kendaraan barang dengan sumbu 3 atau lebih dan kendaraan dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg.

“Pembatasan (untuk arus mudik) berlaku mulai 12 Juni atau H- 3 sejak pukul 00.00 WIB sampai 14 Juni 2018 atau H-1 pukul 24.00 WIB,” jelas Dirjen Budi.

Sementara untuk arus balik, pembatasan operasional tersebut akan diberlakukan mulai 22 Juni atau H+6 pukul 00.00 WIB hingga 24 Juni pukul 24.00 WIB.

IMG-20180413-WA0040

Ruas Tol yang Dibatasi

Dirjen Budi juga menyampaikan lokasi yang diberlakukan pembatasan tersebut antara lain ruas jalan tol Jakarta- Merak; tol Jakarta-Cikampek; tol Prof. Sedyatmo; tol Palimanan- Kanci- Pejagan; tol Purwakarta-Bandung-Padaleunyi (Purbaleunyi); tol Semarang seksi A,B,C; tol Semarang- Salatiga; tol Surabaya- Mojokerto; tol Lingkar Luar Jakarta; serta tol Bogor Ciawi.

“Memang ada pengembangan (lokasi) dibandingkan tahun 2017 tapi waktu berlakunya dipersingkat jadi 2 hari,” ujar Dirjen Budi menjelaskan perbedaan kebijakan ini dengan yang sudah diberlakukan pada 2017 silam.

Tambahan lokasi pembatasan antara lain berlaku di beberapa jalan negara, seperti di  tol Pandaan-Malang, tol Probolinggo- Lumajang, tol Denpasar- Gilimanuk, serta tol Jombang- Caruban. “Hal ini juga berdasarkan masukan dari daerah,” tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...