Angkasa Pura 2

Tiga Kapal Tol Laut Produksi PT Orela Shipyard Siap Diserahterimakan

DermagaJumat, 13 April 2018
IMG_20180413_141919

SURABAYA (beritatrans.com) – Tiga unit kapal Tol Laut yang diproduksi oleh PT Orela Shipyard, Gresik, Jawa Timur, siap diserahterimakan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selaku pemesan.

Demikian disampaikan Kasubdit Angkutan Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko usai memeriksa kesiapan ketiga kapal Tol Laut tersebut di galangan kapal PT Orela Shipyard, Jumat (13/4/2018).

Capt. Wisnu mengatakan, ketiga kapal Tol Laut yang siap diserahterimakan itu adalah 2 kapal kontainer berkapasitas 100 TEUs yaitu KM Kendhaga Nusantara 7 dan KM Kendhaga Nusantara 9. Kemudian 1 kapal perintis KM Sabuk Nusantara 78 dengan bobot 2000 GT.

“Saya perkirakan sekitat satu minggu ke depan kapal Tol Laut, terutama KM Kendhaga Nusantara sudah bisa diserahterimakan,” kata Capt. Wisnu.

IMG_20180413_150604

Menurutnya, saat ini sedang dalam tahap familiarisasi awak kapal. Awak kapalnya sendiri telah disiapkan oleh PT Mentari Sejati Perkasa sebagai operator pemenang lelang.

“Nanti kru dari PT Mentari sebelumnya akan mendampingi kru PT Orela hingga ke tempat serah terima kapal,” katanya.

KM Kendhaga 7 dan KM Kendhaga 9 merupakan bagian dari 15 kapal kontainer yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan dan dijadwalkan selesai dan sekaligus dioperasikan tahun 2018 ini juga.

“KM Kendhaga 7 untuk melayani trayek Surabaya – Tobela dan KM Kendhaga 9 untuk trayek Surabaya – Biak,” tutur Capt. Wisnu.

Saat ini Kementerian Perhubungan telah memiliki 15 trayek Tol Laut. Ke-15 trayek tersebut dilayani oleh PT Pelni (6 trayek), PT ASDP Indonesia Ferry (2 trayek), PT Meratus (1 trayek), PT Tempuran Emas (2 trayek), dan PT Mentari (4 trayek).

“Sedangkan penempatan kapal perintis KM Sabuk 78 kemungkinan besar untuk melayani masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” kata Capt. Wisnu.

Meskipun demikian, lanjut Wisnu, pemerintah masih melakukan kajian agar penempatan kapal-kapal perintis KM Sabuk Nusantara mempertimbangkan potensi jumlah penumpang sehingga bisa lebih efisiensi dan efektifitas dalam operasionalnya. (aliy)