Angkasa Pura 2

2018, STPI Akan Terima 24 Siswa Penerbang Pola Pembibitan

SDMSabtu, 14 April 2018
Taruna STPI 1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten tahun ajaran 2018/2019 akan menerima siswa penerbang. Sebanyak 24 siswa, atau untuk dua kelas akan diterima melalui jalur pola pembibitan.

Mereka akan dididik dan dipesiapkan menjadi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengisi formasi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) penerbangan, khususnya di Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Mereka bisa ditempatkan di Ditjen Perhubungan Udara (Hubud), sebagai regulator atau istruktur penerbang di sekolah-sekolah penerbangan di lingkungan BPSDMP, Kemhub RI.

Syarat dan ketentuan pendaftaran calon penerbang d STPI bisa klik di www.sipencatar.dephub.go.id. Bisa juga diakses di laman www.stpicurug.ac.id atau web sekolah-sekolah transportasi di lingkungan BPSDMP di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) BPSDMP Dr. Capt. Antoni Arif Priadi dalam sosialisasi kepada perwakilan Pemda di seluruh Indonesia mengatakan, selain syarat dan ketentuan umum, untuk calon penerbang ada dua tes tambahan, yaitu tes kesehatan tahap II dan tes bakat terbang.

“Khusus calon penerbang, ada dua tes tambahan itu. Seperti diketahui, untuk menjadi sopir mobil angkot butuh latihan dan harus dites untuk mendapatkan SIM. Dan tidak mesti pesertanya langsung lulus dan diberikan sertifikat itu” papar dia.

Antoni menambahkan, aplagi untuk calon penerba seleksinya akan lebih berat dan berjenjang. Semua calon siswa penerbang harus dipastikan dalam kondisi prima dan bisa mengikuti seluruh program diklat calon penerbang.

Ketua STPI Curug Capt. Novyanto Widadi, S.Ap, MM mengatakan, pihaknya siap menerima dn melakukan seleksi calon penerbang progam beasiswa ini. “Sebanyak 24 orang akan diterima dan dididk di STPI Curug sebagai calon penerbang yang andal,” katanya menjawab BeritaTrans.com.

Menurut Capt. Novy, selama ini pihaknya sudah mendidik siswa penerbang reguler atau program beasiswa baik dari Pemda atau instansi seperti Polairud dan TNI AD. “Secara prinsip, STPI siap baik SDM instruktur dan fasilitas pendukung seperti pesawat latih, lab, simulator dan lainnya,” jelas dia.

Pola pendidikan dan pengasuhan taruna atau siswa penerbang tak beda dengan taruna reguler lainnya. “Mereka dididik dan diasramakan, dengan instruktur dan pengasuh yang sama. Pola pendidikan di STPI sudah baku, dan teruji keandalannya selama bertahun-tahun. Jadi, tak perlu disangsikan lagi,” tegas Capt. Novy.(helmi)

  • Samuel

    Apakah jalur polbit bisa kerja di maskapai sesuai jurusan?